Selasa, 14 Februari 2017

Budaya Lokal di Indonesia

Kata Pengantar

          Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “Kebudayaan Lokal”. Dalam penyusunan makalah ini,  penulis mendapatkan banyak hambatan akan tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak penulisan makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktu nya. Oleh karena itu penulis bemasuk mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak tersebut.
            Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah, baik dalam segi objektif maupun subjektif. Dengan demikian penulis mengharapkan kritik dan saran oleh berbagai pihak yang membaca makalah ini, untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






Depok, 14 februari 2017



Penulis
Fachreza Fajar Shidiq
(32416424)
           

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
            Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat beraneka ragam baik jumlahnya maupun keanekaragamannya. Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggungjawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu Identitas suatu negara. Kebanggaan bangsa indonesia akan budaya yang beraneka ragam sekaligusmengundang tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak hilang ataupundicuri oleh bangsa lain. Sudah banyak kasus bahwa budaya kita banyak yang dicuri karena ketidakpedulian paragenerasi penerus, dan ini merupakan pelajaran berharga karena Kebudayaan Bangsa Indonesia adalah harta yang mempunyai nilai yang cukup tinggi di mata masyarakat dunia.Dengan melestarikan budaya lokal kita bisa menjaga budaya bangsa dari pengaruh budaya asing, dan menjaga agar budaya kita tidak diakui oleh Negara lain.
Melihat kenyataan bahwa para generasi muda bangsa Indonesia saat ini lebih memilih kebudayaan asing yang mereka anggap lebih menarik ataupun lebih unik dan praktis, kebudayaan lokal banyak yang luntur akibat tidak ada generasi penerus yang akan mewarisinya. Perlunya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya yang mana kebudayaan Indonesia adalah budaya-budaya lokal adalah kewajiban setiap lapisan masyarakat, dimana peran setiap mereka yang terus berusaha untuk mewarisi kekuatan budaya lokal akan menjadi kekuatan budaya itu untuk tetap ada.


1.2       Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, masalah dapat diperinci
            seperti :
                  1.2.1    Bagaimana budaya lokal Indonesia ?
                  1.2.2    Apa landasan keilmuan kearifan lokal ?
                  1.2.3    Bagaimana perkembangan budaya modern ke postmodern ?
             

1.3       Tujuan Penulisan
Tujuan dari mempelajari tentang kebudayaan lokal yaitu untuk menambahkan wawasan tentang budaya kita sendiri, dapat melestarikan budaya yang berasal dari nenek moyang kita, dan masih banyak keuntungan yang tidak dapat penulis sebutkan. Dengan adanya makalah tentang kebudayaan lokal juga bisa menjadi media berbagi informasi antar masyarakat sekitar. Makalah ini juga salah satu usaha mahasiswa untuk membawa perubahan yang berdampak positif dalam masyarakat.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Budaya Lokal Indonesia
            Budaya lokal Indonesia adalah semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan indonesia, baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. Menurut Judistira, kebudayaan local adalah melengkapi kebudayaan regional, dan kebudayaan regional adalah bagian-bagian yang hakiki dalam bentuk kebudayaan nasional.Pembatasan atau perbedaan antara budaya nasional dengan budaya local menjadi sebuah penegasan untuk memilah mana yang disebut budaya nasional dan budaya local, baik dalam konteks ruang, waktu maupun masyarakat penganutnya. Wilayah administrative tertentu menurut Judistira, bisa merupakan wilayah budaya daerah, atau wilayah budaya daerah itu meliputi beberapa wilayah administrative. Jadi apat disimpulkan bahwa budaya local sebagai budaya yang dianut oleh suku bangsa, misalnya budaya sunda (budaya local) adalah budaya yang dianut oleh suku sunda. Hal ini bisa ditentukan oleh minimal bahasa yang digunakan.

2.2       Landasan Keilmuan Kearifan Lokal
            Manusia adalah kunci perubahan dalam lingkungannya karena manusia dan tingkah lakunya mampu memengaruhi kelangsungan hidup seluruh mahluk lain. Kearifan terhadap lingkungan menurut Ali Ridwan dapat dilihat dari prilaku manusia terhadap benda-benda, tumbuhan, hewan, dan apapun yang ada disekitarnya. Pada saat ini kearifan local banyak dibicarakan kalangan masyarakat akademis Indonesia yang telah menerima otonomi daerah sebagai pilihan politik terbaik.


a.         Kearifan Lokal: Fungsi dan Wujudnya
            Kearifan local atau sering disebut local wisdom dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau  peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu
b.         Kearifan Lokal Wujud Peradaban
            Secara substansial, kearifan local adalah nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat; nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah laku sehari-hari masyarakat setempat. Kearifan local dalam kebiasaan hidup masyarakat yang telah berlangsung lama. Keberlangsungan ini tercermin dalam nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu.
c.         Kearifan Lokal Sebagai Fenomena Keilmuan
            Kearifan local merupakan usaha untuk menemukan kebenaran yang didasarkan pada fakta-fakta atau gejala-gejala yang berlaku secara spesifik dalam budaya masyarakat tertentu. Definisi ini bisa jadi setara dengan definisi mengenai indigenous psychology, yang didefinisikan sebagai usaha ilmiah mengenai tingkah laku atau pikiran manusia yang asli yang tidak ditransformasikan dari luar dan didesain untuk orang dalam budaya tersebut. Haasil akhir dari indigenous Psychologyadalah pengetahuan yang menggambarkan kearifan local, yaitu gambaranmengenai sikap atau tingkah laku yang mencerminkan budaya asli.
d.         Analisis Individual
            Untuk memahami cara kearifan local berkembang dan tetap bertahan, perlu pemahaman dasar mengenai proses-proses kejiwaan yang membangun dan mempertahankannya. Proses-proses itu meliputi :
            1.         Selective Attention
           merupakan proses tempat seseorang melakukan penyaringan terhadap stimulus yang dianggap sesuai atau yang mampu menyentuh perasaan.

            2.         Appraisal
          yaitu ketika kita secara aktif menilai informasi yang masuk dan hanya memperoses yang bermakna bagi kita.
            3.         Concept Formation and Categorization
               Terkait dengan pembentukan dan perkembangan kearifan local bagian pembentukan konsep dan kategorisasi ini menyediakan kepada kita cara-cara untuk mengorganisasikan perbedaan ajaran-ajaran tingkah laku yang ada disekitar kita kedalam   sejumlah kategori berdasarkan kepentingan tertentu.
            4.         Attributions
           Attributions yang menjadi satu karakter diri yang menggambarkan proses mental   untuk menghubungkan (membuat pertalian) antara suatu peristiwa dan peristiwa lainnya atau satu prilaku dengan prilaku atau peristiwa lainnya. Attributions ini membantu kita untuk menyesuaikan informasi baru mengenai dunianya dan membantu mengatasi ketidaksesuaian antara cara baru dan cara lama dalam memahami sesuatu.
            5.         Emotion
              adalah motivator yang paling penting dari prilaku yang mendorong kita untuk lari jika takut dan memukul jika sedang marah. Emosi merupakan perangkat penting yang terbaca untuk member tahu kepada kita cara menginterpretasikan peristiwa dan situasi   disekeliling pada saat kita melihatnya.

2.3       Dari Budaya Modern ke Postmodern
            Modernitas adalah epistemology yang mengatur bentuk-bentuk pandangan dunia dan system pemikiran. Pada saat yang sama, bisa dikatakan bahwa system social dan cultural membentuk epistemology. Inti kecenderungan epistemology modernitas adalah “Barat Modren” yang diperinci oleh Shimogaki sebagai : (a) pemisahan antara bidang sacral dan bidang duniawi, (b) kecenderungan kea rah reduksionisme, (c) terjadi antroposentrisme (d) terjadi progresivisme.
            Posmodernisme merupakan kecenderungan baru yang sedang berupaya mengatasi divisionisme , reduksionisme, erosentrisme. Kecenderungan itu dapat dibuktikan pada setiap disiplin.
a.         Budaya Lokal dalam Kurikulum Sekolah
            Dalam tulisannya, Marc Wetz menyebutkan bahwa pencapaian yang luar biasa telah dibuat selama beberapa tahun belakangan ini di daerah, dalam mempromosikan penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar. System pendidikan dapat memainkan peran yang penting dalam hal ini, dan melalui penyediaan pendidikan dasar dalam bahaasa ibu serta memasukan unsure kebudayaan local kedalam kurikulum sebagai variasi model proyek yang telah berhaasil didemonstrasikan dalam wilayah kita selama sepuluh tahun belakangan ini.
            1.         Nilai langsung pada pengetahuan local
            2.         Meningkatkan rasa harga diri
            3.         Menyegarkan system peralihan pengetahuan tradisional
            4.         Pengembangan kurikulum local
b.         Kebudayaan local versus kebudayaan global
            Untuk membahas kebudayan, ada cakupan pengertian wujud dan isi kebudayaan yang telah dipaparkan secara jelas oleh Koentjaraningrat. Yaitu : wujud kebudayaan sebagai kompleks gagasan, konsep, dan pemikiran manusia; wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas; dan wujud kebudayaan sebagai benda. Masyarakat intelektual di dunia telah merasa khawatir tentang ketidakmampuan masyarakat di Negara-negara berkembang untuk memperthankan dan mengembangkan kebudayaan local dalam konteks perluasan kebudayaan Negara-negara maju, terutama ilmu pengetahuan , teknologi, dan seni (IPTEKS).Para cendikiawan Indonesia ikut mewaspadai pengaruh negative kemajuan IPTEKS global terhadap eksistensi kebudayaan local. Pada satu sisi IPTEKS memang telah mendorong masyarakat untuk memasuki kondisi yang menyediakan kemudahan dan kenikmatan tertentu tapi disis lain kemajuan IPTEKS juga telah menghimpit dan merusak kebudayaan local.
            1.         Globalisasi tidak mengenal ruang dan waktu
            2.         Pengikisan rasa bangga terhadap kebudayaan Indonesia
            3.         Pengikisan rasa bangga untuk berbahasa daerah dan Indonesia
            4.         Pengikisan kebanggaan terhadap seni Arsitektur local
c.         Keluar dari Himpitan Kebudayaan Global
            sartono Kartrodirjo menyatakan bahwa diantara unsure-unsur kebudayaaan, bahasa memiliki fungsi yang penting untuk memperkuat identitas nasional. Mengingat pentingnya bahsa, upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk keluar dari “pengikisan bahsa local alah satunya adalah meningkatkan kualitas dan intensitas komunikasi dalam keluarga dengan menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Selain bahasa kesenian juga merupakan unsure budaya yang memiliki potensi penting sebagai identitas kebudayaan nasional. Mengingat nilai penting kesenian dalam lingkup kebudayaan global, pengembangan kesenian-kesenian daerah dan penguatan nilai-nilai local dalam kesenian perlu diupayakan salah satunya pemerintah memberikan fasilitas atau subsidi secara rutin dalam jumlah tertentu kepada perkumpulan-perkumpulan kesenian yang memerlukannyadan cukup bermutu.
d.         Melestarikan Kebudayaan local
            Merujuk pada definisi pelestarian dalam Kamus Bahasa Indonesia tersebut, pelestarian budaya (ataupun budaya local) adalah upaya untuk mempertahankan budaya agar tetap sebagaimana adanya. Salah satu tujuan diadakannya pelestarian budaya adalah melakukan revitalisasi budaya (penguatan). Pof. A. Chaedar alwasilah menyebutkan tiga langkah revitalisasi budaya, yaitu : (1) pemahaman untuk menimbulkan kesadaran; (2)Perencanaan secara kolektif; dan  (3)Pembangkitan kreatifitas kebudayaan. Berikut dipaparkan cara melestarikan budaya local Indonesia :
     

                  1.         Culture Experience
   Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung kedalam sebuah pengalaman kultural. contohnya, jika kebudayaan tersebut berbentuk tarian, maka masyarakat dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasai tarian tersebut. Dengan demikian dalam setiap tahunnya selalu dapat dijaga kelestarian budaya kita ini.
                  2.         Culture Knowledge 
    Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan daerah. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri.
3.         Mengenal budaya itu sendiri
  Dengan hal ini setidaknya kita dapat mengantisipasi pencurian kebudayaan yang    dilakukan oleh negara - negara lain. Penyakit masyarakat kita ini adalah mereka terkadang tidak bangga terhadap produk atau kebudayaannya sendiri. Kita lebih bangga terhadap budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang timur. Budaya daerah banyak hilang dikikis zaman. Oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Akibatnya kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam.
4.         Peran Pemerintah
            Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada pelestarian kebudayaan nasional.Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan  daerah disetiap event-event akbar nasional, misalnya tari-tarian , lagu daerah, dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan   sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga. Demikian juga     melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai     kebudayaan yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada   pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.
                  5.      Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa
                  6.      Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya
                  7.      Mempelajarinya
                  8.      Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya

BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan lokal. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbengdung ke Indonesia dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia, sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya Indonesia dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada


3.2    Kritik dan Saran


         Dalam makalah ini penulis menyarankan kepada pembaca agar dapat memahami cara menyusun materi pembelajaran dan metode pembelajaran bahasa arab sebagai bahasa asing, disini penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, dikarenakan penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan.




DAFTAR PUSAKA


http://alimamunnur.blogspot.co.id/2015/11/makalah-kebudayaan-indonesia.html




Jumat, 10 Februari 2017

Pengetahuan Budaya: Manusia dan Budaya

A.  MANUSIA

            Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologisyang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakanmakhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1.  Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu
* Jasad         * Hayat.
* Ruh           * Nafas.
2.  Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
> Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
> Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
> Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

B. HAKEKAT MANUSIA

> Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
>  Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya:
1.  Perasaan intelektual,
2.  Perasaan estetis,
3.  Perasaan etis,
4. Perasaan diri,
5. Perasaan sosial,
6. Perasaan religius.
> Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
> Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

C. Kepribadian Bangsa Timur

Budaya yang terdapat di dunia beraneka ragam.Bermacam-macam budaya dikarenakan perbedaan peradaban daerah itu masing-masing,selain itu juga karena letak geografis daerah tersebut.Manusia mendiami wilayah yang berbeda,ada yang di wilayah Barat,Timur Tengah,dan Timur.Berada di lingkungan yang berbeda membuat kebiasaan,adat istiadat ,budaya juga berbeda.perbedaan budaya tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.Misalnya pada bangsa timur,bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah,bangsa yang mempunyai kepribadian baik,dan bangsa yang bersahabat.Banyak orang dari wilayah lain yang tertarik pada kebudayaan bangsa timur.
Kepribadian bangsa timur berbeda dengan kepribadian bangsa barat, dari wilayahnya, lingkungan, gaya hidup, kebudayaan dan kebiasaannya pun berbeda. menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur,sudah jelas kita semua tau bahwa bangsa timur identik dengan benua Asia. Yang penduduknya sebagian besar berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan bermata sipit.
Bangsa timur adalah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah, mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. Bangsa barat saat berkunjung ke wilayah negara timur, mereka pasti selalu berpendapat bahwa orang-orang timur itu baik dan ramah. Bangsa timur dalam berpakaian pun tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya masing-masing dan mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi

D. Pengertian Kebudayaan


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislow Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

E. Unsur-unsur Kebudayaan

Mengenai unsur kebudayaan, dalam bukunya pengantar Ilmu Antropologi, Koenjtaraningrat, mengambil sari dari berbagai kerangka yang disusun para sarjana Antropologi, mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian disebut unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain :
Bahasa
Sistem Pengetahuan
Organisasi Sosial
Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Sistem Mata Pencaharian
Sistem Religi
Kesenian

F. Wujud Kebudayaan

J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Mengenai wujud kebudayaan ini, Elly M.Setiadi dkk dalam Buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2007:29-30) memberikan penjelasannya sebagai berikut :
1. Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
2.  Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

G. Orientasi Nilai Budaya

Orientasi nilai adalah bersifat komplek tetapi terpola..pada prinsip.. yang mengutamakan tatanan dan langsung pada tindakan dan pikiran manusia yang berhubungan dengan solusi dalam memecahkan masalah.
Ada tiga asumsi:
1. Orang dalam semua budaya harus menemukan solusi untuk memecahkan masalah
2. Solusi yang tersedia tidak terbatas
3. Satu solusi cenderung dipilih anggota budaya tertentu. Semua solusi yang potensial tampak pada setiap budaya.

> Orientasi human nature
Human nature adalah menunjuk pada karakter pembawaan sifat manusia. Yang dipandang sebagai berpembawaan baik, jahat atau campuran dari itu. Manusia dipandang tidak hanya sebagai baik atau jahat tetapi juga untuk merubah dan tidak dapat berubah. Kita harus mengakui bahwa hubungan manusia sebagai campuran baik dan buruk sedangkan yang tidak sama adalah sebagai pandangan adalah netral.Ada enam solusi potensial pada masalah ini yaitu;
1. manusia yang jahat tetapi dapat merubah
2. manusia itu jahat tapi tidak dapat dirubah
3. manusia adalah netral yang respek pada baik dan jahat
4. manusia adalah campuran baik dan jahat.
5. manusia itu baik tapi dapat berubah
6. manuysia itu baik dan tidak dapat berubah

> Orientasi nature/alam -person
Ada tiga tipe utama yaitu:
1. Menguasai alam: orientasi ini,melihat bahwa semua kekuatan alam dapat mengatasi masalah
2. Harmoni dengan alam : orientasi ini bahwa disini tidak ada perbedaan antara kehidupan manusia , sifat dan supernatural.
3. Penaklukan terhadap alam yang unggul di negara seperti Spanish Amerika, yaitu kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan untuk mengontrol alam jika ada ancaman tidak sesuatupun yang dapat terlepas dari bahaya.

> Orientasi waktu
Merupakan orientasi pada tiga masa yaitu
1. Waktu masa lalu adalah unggul dalam budaya dalam penempatan nilai yang tinggi pada tradisi di masa lalu
2. Orientasi masa sekarang yaitu dimana orang-orang memberi perhatian yang relatif kecil pada apa yang dikerjakan pada masa lalu dan pada apa yang akan terjadi masa depan.
3. 0rientasi masa depan dimana memiliki nilai tinggi.

> Orientasi aktivitas
Aktivitas manusia dapat dilihat dalam tiga cara yaitu:
1. Doing, orientasi ini melibatkan pada tipe aktivitas yang hasilnya tampak pada eksternal individu yang diukur dengan sesuatu
2. Being adalah merupakan lawan yang exterm dari orientasi doing
3. Becoming merupakan integrasi keseluruhan pada perkembangan diri.

> Orientasi relational
Menurut Kluckhon dan Strodbeck memisahkan tiga cara untuk mengartikan hubungan dengan orang lain yaitu:
1. Individualism
orientasi ini ditandai dengan otonomi individu dengan kata lain individu adalah unik dan sebagai entitas tersendiri. Prioritas tujuan dan sasaran nya adalah memprioritaskan pada individu daripada kelompok.Contoh negara yang seperti ini adalah Amerika Serikat
2.Orientasi langsung atau lineality
orientasi ini memfokuskan pada kelompok dengan tujuan kelompok adalah lebih utama. Menurut Kluckhon dan Strodbeck kontinyuitas dari kelompok adalah melalui waktu. Individu-individu adalah penting hanya untuk anggota kelompok tersebut.Contohnya beberapanegara aristokrasi di Eropa.
3. Collaterality
orientasi ini memfokuskan pada kelompok tetapi bukan perluasan kelompok melalui waktu. Agaknya fokus pada perluasan kelompok secara lateral/ ke samping (anggota kelompok dari individu yang paling dekat dalam waktu dan tempat). Tujuan dari kelompok ditas kepentingan individu. Pada kenyataannya orang-orang tidak mempertimbangkannya kecuali vis a vis/ sebagai lawan anggota kelompok. Contoh identifikasi orang jepang dengan perusahaannya di mana dia bekerja atau universitas di mana dia belajar.

> Penerapan Orientasi
Nilai orientasi ini digunakan untuk memahami komunikasi dengan strangers. Dengan mempertimbangkan dua budaya yang tampaknya mirip misalnya inggris dan Amerika Serikat. Sementara ada juga yang mirip di permukaannya saja ternyata berbeda orientasinya. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya misunderstanding antara orang-orang dalam budaya yang berbeda.

H. Perubahan Kebudayaan

Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:



a.         Mendorong perubahan kebudayaan
      Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
      Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
      Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
Menghambat perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah  
 seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
  Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.
Ada juga  faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
 Faktor Intern
            - Perubahan Demografis
            - Konflik Sosial
            - Bencana Alam
            - Perubahan Lingkungan Alam

      2.  Faktor Ekstern

            - Perdagangan
            - Penyebaran Agama
            - Peperangan

I. Kaitan Manusia Dan Kebudayaan


Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.

 Contoh :
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.


2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life )
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value)
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.

5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

Source: http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/10/manusia-dan-kebudayaan.html

Selasa, 07 Februari 2017

Pengabdian dan Pengorbanan

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.


1. Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.Bahasa kerenya adalah "Loyal"

2. Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain.

Perbedaan Pengabdian Dan Pengorbanan

Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanannya. Antara sesama kawan sulit di katakannya pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut suatu pengabdian.


Sebenarnya keduanya saling memiliki hubungan, tidak ada pengorbanan tanpa pegabdian. Semisal kita mengabdi kepada sang pencipta kita, Tuhan yang maha Esa. Dalam hal ini kita akan mengabdi dan terus mengikuti apa yang menjadi tuntutan dan apa yg tidak boleh dilakukan, dan dengan begitu pasti akan adanya pengorbanan yang harus ditempuh. jadi kedua pengertian antara Pengabdian dan Pengorbanan saling berhubungan erat atau terdapat benang merah antara dua hal yg berbeda tersebut.

Source: http://tugas-untuk-kuliah.blogspot.co.id/2012/05/pengertian-pengabdian-dan-pengorbanan.html

Jumat, 03 Februari 2017

Keadilan Sosial

Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan. 

Pada umum nya atau secara garis besar keadilan sosial bisa berbeda arti bagi masing masing individu itu tersendiri, tetapi semua hal sama dan bertumpu pada empat prinsip, yaitu kebijakan, keberanian, pantangan, dan keadilan. Berikut adalah arti keadilan sosial bagi beberapa sudut pandang orang orang yang saya setuju terhadapnya.

“Keadilan sosial berarti keadilan merupakan milik setiap individu yang ada di masyarakat. Keadilan sosial yaitu adil yang menyeluruh yang berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada diskriminasi atau merugikan satu diantara banyak pihak yang terlibat. Serta tidak melibatkan status sosial, agama, ras, adat, warna kulit ataupun keanekaragaman yang ada di Indonesia yang artinya hitam tetap hitam putih tetap putih, benar tetap benar dan salah tetap salah.” (Citra Seviriana Dewi)

“Keadilan sosial adalah hakikat pancasila dimana seluruh komponen masyarakat merasakan hal atau nasib yang sama tanpa adanya perbedaan derajat sosial hanya karena uang, pendidikan, dan keturunan dimana antara pemerintah dan rakyatnya terjadi sikronisasi pemahaman yang satu sama lain sama-sama ingin mendapat penghidupan yang layak.” (Aprilia Rahmawati)

“Keadilan sosial adalah seperti halnya ketika kita melewati jalan tol. Dari presiden sampai orang yang sudah sekarat pun bisa melewati jalan itu tanpa halangan. Dan ketika kita bisa melihat cahaya terang dalam kegelapan, ketika kita dapat merasakan kedamaian dalam kesulitan ketika kita dapat berbicara dalam kebisuan, ketika kita dapat melihat dalam kebutaan, ketika kita bisa mendengar dalam ketulian, ketika kita bisa meraih dengan satu tangan, ketika kita bisa berjalan tanpa bantuan apapun. Itulah keadilan sosial. Tanpa memandang apapun jua, kita diberi kebebasan untuk melakukan segalanya dan menerima segalanya tanpa melihat siapa kita? Tapi inilah kita, kita semua sama dihadapan Allah SWT, dan negara.” (Luthfiana Hamidah)

keadilan bagi seluruh rakyat indonesia tanpa ada perbedaan satu antar lain tanpa memilih,tanpa melihat mana yang lebih bermaterial, dan rakyat di perlakukan adil mendengarkan suara rakyat yang merintih bukan hanya mendengarkan pendapat para politisi dan para koruptor. memberi keadilan yang merata pada masyarakat yang membutuhkan terlebih dahulu. (hidayati fitri)


Secara garis besar menurut saya keadilan sosial adalah kebebasan atau hak seseorang yang tidak dicampuri oleh orang lain. Dalam hal ini tidak ada lagi keterpaksaan dan tuntutan terhadap sesuatu. Kita semua sama dimata Tuhan dan Negara, kita semua hanyalah debu di padang pasir yang luas dimata Tuhan, kita semua sama dibawah hukum yang diatur oleh Negara, jadi kita semua memiliki hak masing masing dan kita semua sama. Jadi hal ini juga berdasarkan dasar negara kita yaitu Pancasila, bersprinsip Bhineka Tunggal Ika, "berbeda beda tetapi tetap satu jua"

Source : https://komunitasbatas.wordpress.com/2012/12/19/keadilan-sosial-adalah-2/
https://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan_sosial

Minggu, 29 Januari 2017

Pandangan Hidup

Pandangan Hidup adalah pendapat atau pertimbagan yanag dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia..Pendapat atau pertimbangan itu hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam, yaitu:


  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama,yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan  hidup yang  berupa ideology,yaitu disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada  Negara.
  3. Pandangan berdasarkan renungan,yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya


Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup masing masing, memiliki filosofi tersendiri sehingga dia bisa menikmati hidup sesuai sudut pandangnya.Keyakinan dan kepercayaan adalah menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan tuhan, ada tiga aliran filsafat yaitu:
  • Aliran Naturalisme            : Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi, kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari tuhan . Manusia adalah ciptaan tuhan karena itu manusia mengabdi pada tuhan melalui ajaran-ajaran agama
  • Aliran Intelektualisme       : Dasar aliran ini adalah logika/akal (kalbu yang berpusat dihati) atau yang bisa kita sebut juga dengan “hati nurani”.Maka keyakinan manusia itu bermula dari akal.
  • Aliran Gabungan               : Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib yang berasal dari tuhan sebagai dasar keyakinan sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menetukan benar tidaknya sesuatu yang dinilai berdasarkan akal, baik sebagai logika berpikir maupun rasa atau hati nurani. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari tuhan dan akal berimbang maka akan menghasilkan pandangan hidup sosialisme –religius, kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
  • Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
  • Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
  • Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
            Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

  • Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
  • Mengabdi       
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.


Source: http://thejoker-indra.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-pandangan-hidup.html 
http://mamz.weebly.com/manusia-dan-pandangan-hidup.html



Kamis, 26 Januari 2017

Orientasi Nilai Budaya

Kluckhohn (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil. Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya.  Dapat  pula  dikatakan  bahwa sistem   nilai   budaya   suatu   masyarakat   merupakan   wujud   konsepsional   dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Dalam hal ini, sistem nilai budaya dalam masyarakat secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan,yang disebut juga dengan kerangka Kluckhohn, yaitu:
1. Hakikat Hidup Manusia (MM)
dalam sudut pandang ini, hidup terbagi menjadi dua, yaitu hidup itu baik dan hidup itu buruk. Hidup merupakan hal yang baik jika manusia beranggapan hidup itu adalah suatu anugrah yang harus senantiasa disyukuri dan hal tersebut merupakan hal yang positif bagi kehidupan kita. Hal ini biasanya dialami oleh orang orang sukses. orang orang sukses pasti beranggapan hidup ini merupakan hal yang disyukuri karena dapat menikmati hasil dari kesuksesannya tersebut di dunia. Hidup merupakan hal yang buruk jika manusia tersebut selalu gagal dalam menggapai apa yang diinginkannya dan diharapkannya dalam dunia ini. mengeluh dah terus mengeluh akan apa yang tidak bisa dia raih dan merasa kalau hidup ini sangat tidak adil bagi dia. pola pikir yang negatif terus menyelimuti manusia tersebut dan menganggap ia akan terus seperti ini sampai akhir hidupnya dan tidak ingin berusaha memperbaikinya.
2.Hakikat Karya Manusia (MK)
Setiap manusia memiliki anugrah berupa pikiran yang kreatif dalam menciptakan suatu hal yang unik atau yang lebih umum disebut dengan karya.Banyak hal yang bisa kita raih dengan karya.Dengan karya kita bisa mencari nafkah. Dalam hal ini kita dapat menjadikan karya kita sebagai suatu pemasukan dalam menopang kehidupan kita seperti menjual lukisan dan karya tersebut diciptakan untuk menafkahi hidup sayang pembuat karya tersebut.Karya juga untuk kedudukan,kehoratan,dan sebagainya,sebagai contoh adalah tokoh Bill Gates. Ia membuat suatu karya sistem operasi komputer yang kita kenal dengan 'Microsoft'. Hal ini menjadikan dia mendapatkan pernghargaan atau kehormatan atas karya yang ia buat tersebut yang membantu segala kegiatan manusia berbasis teknologi. Lalu ada juga Karya untuk menambah karya. Hal ini digambarkan dengan seorang seniman seniman yang membuat karya berupa sebuah puisi. Selain untuk berkarya, pusi tersebut juga untuk menambah karya karyanya yang dulu sehingga bertambah banyak.
3.Hakikat Waktu Manusia (MW)
Hal ini bisa dibagi menjadi 3 sudut pandang, Orientasi ke masa kini, Orientasi ke masa lalu, dan Orientasi ke masa depan. Orientasi masa kini, sebagai contoh adalah kehidupan orang orang yang berkecukupan. Mereka hanya mementingkan hal hal yang mereka butuhkan untuk saat ini saja, kesenangan semata, kepuasan sesaat. Mereka tidak berpikiran kedepannya apakah pendapatan mereka akan cukup untuk menghidupi kebutahannya di masa yang akan datang atau tidak. Orientasi masa lalu, biasanya orang orang yang memiliki orientasi ini adalah orang orang yang sudah tua atau jaman dulu. Mereka selalu memandang masa lalu, tidak berfikir kedepan. Jika menghadapi persoalan yang terjadi sekarang dan yang akan datang biasanya mereka akan mengalami kesulitan karena mereka bisa disebut sebagai keras kepala. Orientasi ke masa depan, biasanya hal ini dianut oleh orang orang seperti motivator,trainer,dsb. Mereka selalu berfikir kedepan, tidak memikirkan hasil sesaat. Mereka selalu berfikir kritis apakah hal ini dapat berguna bagi ia nantinya dan merencanakannya dengan baik. Orang seperti ini selalu mendapat kesuksesan nantinya walaupun dalam prosesnya terdapat kesulitan.
4,Hakikat Alam Manusia (MA)
Manusia memiliki ragam bentuk sifat dan pola pikir yang menarik. Hal itu juga mereka terapkan terhadap alam. Dalam hal ini ada 3 macam manusia yang berhubungan dengan alam, yang pertama adalam Manusia tunduk kepada alam.Sebagai contoh adalam Bahan Bakar Minyak(BBM). BBM adalah bahan bakar yang kita dapat dari alam. Manusia menggunakan bbm tersebut biasanya untuk kebutuhan transportasi yang digunakan sebagai bahan bakar. Jika alam tidak menyediakan bbm tersebut, manusia pada akhirnya tidak beradaya atas kehendak alam tersebut.Bencana alam. Mengapa bencana alam? ya, sehebat hebatnya semua hal yg dibuat oleh manusia seperti gedung tinggi,jembatan, dan bangunan bangunan lainnya juka alam tidak berkehendak atau bisa saya bilang dengan bencana alam, sehebat apapun bangungannya akan runtuh rata dengan tanah yang membuat manusia tidak bisa berbuat apa apa. Ini membuktikan manusia tunduk terhadap alam yang dahsyat.Yang kedua adalah Manusia berusaha menjaga kelestarian alam. Hanya sedikit dari kita yang peduli dengan alam sekitar, tetapi tidak sedikit juga dari kita yang sangat peduli dengan alam sekitar. Hal ini dapat dicontohkan dengan menanam kembali hutan yang gundul (Reboisasi). Mencegah segala macam polusi yang ada. Menjaga agar kelestarian,keindahan,kesejukan alam ini dapat terjaga dengan baik. Yang ketiga adalah hasrat Manusia menguasai alam. Hal ini biasanya dilakukan oleh oknum oknum yang serakah. Semua sumber daya alam yang ada ingin dikuras habis demi kepentingan pribadi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi kita semua. Memburu binatang binatang untuk kebutuhan pribadi, tidak berfikir apa akibat yang terjadi dikemudian harinya nanti.
5. Hakikat Hubungan Manusia (MM)
Dalam hal hakikat hubungan manusia, terbagi menjadi tiga yaitu, Orientasi Horizontal, Orientasi Vertikal, dan Individualisme. Yang pertama adalah Orientasi Horizontal. Hal ini bisa diartikan dengan ketergantungan kepada sesamanya atau yang kita kenal dengan sebutan Gotong Royong. Manusia adalah makhluk sosial yang membutukan manusia lainnya. Manusia membutuhkan bantuan manusia lain,berlaku juga sebaliknya. Contoh umum adalah kehidupan bertetangga. Membatu apa yang sedang dihadapi oleh manusia yang lainnya dan menyebabkan mansia memiliki rasa ketergantungan terhadapat sesamanya. Yang kedua adalah Orientasi Vertikal. Hal ini dapat diartikan dengan ketergantungan terhadap tokoh-tokoh atasan atau pimpinan. Contohnya adalah kita sebagai siswa SMA tidak akan bisa menghadapi ujian nasional dengan lancar tanpa adanya bimbingan dari guru kita dan akhirnya menghadapi kesulitan. Selain bergantung pada sesamanya yang sederajat,manusia juga bergantung pada manusia yang lebih tinggi kedudukannya/derajat darinya.Yang ketiga adalah Individualisme. Hal ini bisa diartikan menilai tinggi atas kekuataanya sendiri. Contoh yang bisa kita lihat adalah sifat angkuh atau arogan pada manusia. Mereka merasa bahwa merekalah yang berkuasa, merekalah yang benar, merekalah yang harus dijadikan panutan. Hal ini membuat orang lain biasanya tidak suka terhadap dirinya yang angkuh tersebut. Rasa sombong karena ia yang berkuasa. Hal ini sangat saya tidak sukai, karena sehebat apapun dirinya, di atas langis masih ada langit.
Terimakasih :) semoga bermanfaat.
Source: http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-orientasi-nilai-budaya/  http://www.mistersosiologi.com/2015/03/kerangka-kluckhohn.html