Pemilihan teknologi proses produksi
berarti memilih proses menghasilkan produk atau pelayanan, termasuk jenis
teknologi dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Setelah keputusan
pemilihan dijatuhkan, tindakan selanjutnya adalah menentukan denah, jenis
peralatan, fasilitas penunjang, dan desain engineering yang diperlukan.
Pada dasarnya dikenal dua jenis
teknologi proses produksi, yaitu:
[] Proses Kontinu
Proses ini umumnya dimaksudkan untuk
menghasilkan volume output yang besar. Karena sifat operasinya yang
berulang-ulang, maka dapat dicapai optimasi dan efisiensi yang tinggi dalam
peggunaan sumber daya, baik peralatan maupun tenaga kerja. Contoh : pada
perusahaan manufaktur yang menghasilkan keperluan sehari-hari, seperti pesawat
televisi, mesin cuci dan lain-lain. Industri-industri seperti kilang minyak,
pupuk juga menerapkan proses kontinu
[] Proses Intermitten atau
Batch
Proses ini digunakan bila pabrik
menangani bermacam-macam proses yang berbeda. Misalya satu set rangkaian
peralatan tertentu disusun untuk memroses satu agregat atau batch produk
tertentu, kemudian dihentikan dan di set kembali untuk memroses jenis produk
lain yang berbeda. Peralatannya terdiri dari mesin-mesin yang berfungsi
multipurpose sehingga lebih fleksibel, yaitu dapat memenuhi lebih dari satu
variasi produk.
Ada berbagai macam faktor perlu
dipertimbangkan dalam memilih jenis teknologi, yaitu:
Pertama, jenis teknologi yang
diajukan harus dapat menghasilkan mutu produksi yang dikehendaki pasar. Kedua,
teknologi tersebut harus cocok dengan persyaratan yang diperlukan untuk
mencapai kapasitas produksi ekonomis yang telah ditentukan.
Pilihan jenis teknologi juga akan
dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, bahan baku dan pembantu
yang diperlukan untuk penerapannya. Dalam studi kelayakan proyek hendaknya
diperhatikan pula jenis dan jumlah tenaga ahli, bahan baku dan pembantu
tersebut serta kemungkinan pengadaan dan biayanya, baik untuk jangka pendek
maupun panjang.
Pilihan jenis teknologi juga akan
dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, bahan baku dan pembantu
yang diperlukan untuk penerapannya. Dalam studi kelayakan proyek hendaknya
diperhatikan pula jenis dan jumlah tenaga ahli, bahan baku dan pembantu
tersebut serta kemungkinan pengadaan dan biayanya, baik untuk jangka pendek
maupun panjang.
1.
Faktor pengadaan teknologi
Untuk proyek-proyek seperti ini
faktor pengadaan teknologi, termasuk tenaga ahli tidak terlalu sulit; yang
perlu diperhitungkan oleh pemilik proyek hanyalah penyediaan tenaga lokal yang
akan menerima pendidikan dari tenaga ahli produsen mesin. Dalam hal ini faktor
pengadaan teknologi berikut tenaga ahlinya harus benar-benar diperhitungkan,
termasuk jumlah biayanya.
Bilamana teknologi yang diperlukan
harus diperoleh dari perusahaan lain, perlu pula diteliti cara pengadaan mana
yang paling manguntungkan. Secara umum hak patent dapat diperoleh dengan tiga
macam cara yaitu, menyewa, membeli dan mendirikan perusahaan patungan dengan
pemilik patenr. Diantara pemilik dan penyewa akan diatur hak penggunaan
teknologi dan pengalihan keahlian tertentu dengan syarat-syarat yang disetujui
kedua belah pihak. Di dalam perjanjian sewa-menyewanya akan dicantumkan dengan
jelas dan terperinci batasan teknologi yang disewakan seperti, garansi dari
pemilik, tanggung jawab penyewa, jumlah penyewa, jumlah biaya penyewaan, jangka
waktu perjanjian serta jenis bahan, peralatan dan tenaga ahli yang diperlukan.
2.
Pemilihan mesin dan peralatan
Pemilihan mesin dan peralatan seta
jenis teknologi mempunyai hubungan yang erat sekali. Keadaan tersebut menjadi
lain bilamana pengadaan teknologi dan mesin harus dilakukan secara terpisah.
3.
Gedung dan bangunan lain
Berdasarkan penentuan jenis teknologi
dan mesin serta peralatan yang akan digunakan, disusunlah perkiraan jumlah
biaya yang diperlukan untuk membangun gedung pabrik serta bangunan lain yang
diperlukan.
Perancangan
proses produksi
Pada dunia perindustrian, perancangan
proses produksi sangat dibutuhkan baik untuk perusahaan yang menghasilkan produk
maupun jasa, sangat dibutuhkannya perancangan ini karena akan menghasilkan
penentuan-penentuan tindakan atau aktivitas pada periode-periode mendatang.
Dengan adanya perancangan proses produksi ini, diharapkan agar proses produksi
dapat berjalan dengan lancar, tepat, akurat serta kondisi dan situasi yang ada
di lapangan. Kelancaran proses produksi dapat menghemat biaya dan
mengoptimalkan keuntungan yang diperoleh. Selain itu, perancangan proses
produksi ini diharapkan agar target produksi dapat tercapai tanpa ada
hambatan-hambatan yang dapat mengganggu produksi tersebut.
Penentuan
mesin dan peralatan
Mesin dan peralatan mesin merupakan
sebagian dari sejarah peradaban manusia dalam usaha peningkatan produktivitas
buruh dan memperbanyak produk baik variasi/ragamnya maupun jumlah untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Jadi adanya mesin-mesin sangat membantu manusia
dalam melakukan proses pengerjaan/produksi suatu barang, sehingga barang-barang
dapat dihasilkan dalam waktu yag lebih pendek, jumlah yang lebih banyak dan
kualitas yang lebih baik.
Untuk dapat menentukan jenis pada
suatu perusahaan pabrik, maka perlu dilihat atau diketahui sifat-sifat dari
mesin-mesin yang dipergunakan di perusahaan pabrik tersebut. Setelah itu kita
perlu mengetahui sifat-sifat atau ciri-ciri dari mesin-mesin yang cocok untuk
digunakan dalam kegiatan suatu produksi.
Tata
letak pabrik
Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi
sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis
karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses
fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan,
dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi
mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respon
cepat.
Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area
kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi
produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance dari operator. Lebih spesifik lagi
tata letak yang baik akan dapat memberikan keuntungan–keuntungan dalam sistem
produksi, yaitu antara lain sebagai berikut :
1. Menaikkan output produksi.
Suatu tata letak yang baik akan memberikan keluaran (output) yang lebih besar atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan/atau mengurangi
jam kerja mesin (machine hours).
2. Mengurangi waktu tunggu (delay).
Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan beban dari
masing–masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dari mereka yang
bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Pengaturan tata letak yang
terkoordinir dan terencana baik akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay) yang berlebihan.
3. Mengurangi proses pemindahan bahan (material
handling).
Proses perencanaan dan perancangan tata letak pabrik akan lebih menekankan
desainnya pada usaha–usaha memindahkan aktivitas–aktivitas pemindahan bahan
pada saat proses produksi berlangsung.
4.Penghematan penggunaan areal untuk produksi,
gudang dan service.
Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara mesin–mesin yang
berlebihan, dan lain–lain semuanya akan menambah area yang dibutuhkan untuk
pabrik. Suatu perencanaan tata letak yang optimal akan mencoba mengatasi segala
masalah pemborosan pemakaian ruangan ini dan berusaha untuk mengkoreksinya.
5.Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian
mesin, tenaga kerja, dan/atau fasilitas produksi lainnya.
Faktor–faktor pemanfaatan mesin, tenaga kerja, dan lain–lain adalah erat
kaitannya dengan biaya produksi. Suatu tata letak yang terencana baik akan
banyak membantu pendayagunaan elemen–elemen produksi secara lebih efektif dan
lebih efisien.
Rencana
produksi
Perencanaan produksi adalah
perencanaan modul produksi dan manufaktur di perusahaan atau industri. Ini
memanfaatkan alokasi sumber daya kegiatan karyawan, bahan dan kapasitas produksi,
untuk melayani pelanggan yang berbeda.
Tujuan rencana
produksi
1. Meminimalkan
biaya / memaksimalkan laba
2. Memaksimalkan layanan nasabah
3. Meminimalkan investasi inventaris
4. Meminimalkan perubahan dalam nilai produksi
5. Meminimalkan perubahan dalam tingkat tenaga
kerja
6. Memaksimalkan pemanfaatan pabrik dan
perlengkapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar