Kamis, 28 Mei 2020

Tugas Minggu 1 Kewirausahaan

Dasar- dasar Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal  dari kata dasar wirausaha. Wirausaha terdiri dari kata wira dan usaha. Arti kata wira adalah pejuang, utama, gagah, berani, teladan dan jujur, sedangkan usaha adalah kegiatan yang dilakukan. Pengertian wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan serta memasarkannya. Pelaku wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur.
Cash flow quadrant berasal dari kata “Cash flow”= arus uang. Quadraant adalah posisi kiri atau kanan atau etak. Cash flow menggambarkan posisi arus kas seseorang yang berada di sebelah kiri dan kanan. Cash Flow Quadrant adalah salah satu metode darimana penghasilan atau uang diperoleh.

Karakteristik wirausaha
Karakteristik Wirausaha menurut Bygrave seorang pakar kewirausahaan yang terkenal dengan 10 D, yaitu:
a. DREAM (mimpi)
b. DECISIVENESS (ketegasan)
c. DOING (bertindak)
d. DETERMINATION (Ketetapan hati/kebulatan tekad)
e. DEDICATION (Pengabdian)
f. DEVOTION (Kecintaan/kesetiaan)
g. DETAILS (terperinci)
h. DESTINY (nasib)
i. DOLLARS (materi/uang)
j. DISTRIBUTE (menyalurkan/mendistribusikan)


Sumber-sumber peluang usaha
Sumber peluang usaha dapat muncul dari diri sendiri, lingkungan, gagasan orang lain, informasi yang diperoleh, perubahan dalam pemerintahan, maupun dari konsumen.
1. Peluang dari Diri Sendiri

Peluang yang bersumber dari dalam diri sendiri adalah peluang yang paling potensial dan sangat besar rasio kesuksesannya. Adapun alasannya sebagai berikut.
-Usaha membutuhkan proses yang panjang, bahkan bisa seumur hidup sehingga membuat Anda bahagia dan sukses.
-Usaha membutuhkan konsistensi dan komitmen yang tinggi, sehingga kunci kesuksesannya adalah Anda mencintai pekerjaan atau usaha tersebut.
-Kesuksesan usaha adalah akumulasi dari kesuksesan menakhlukkan kegagalan demi kegagalan hingga semuanya bisa terwujud.
2.    Peluang dari Lingkungan
3.    Peluang dari Gagasan Orang Lain
4.    Peluang dari Informasi yang Diperoleh
5.    Peluang dari Perubahan yang Terjadi
6.    Peluang dari Konsumen


Suara-suara dari konsumen bisa menjadi peluang usaha yang baru. Suara-suara konsumen tersebut misalnya:
a.    keluhan-keluhan konsumen,
b.    saran-sarari dari konsumen,
c.    permintaan khusus dari konsumen atau calon konsumen,
d.    angan-angan yang diinglnkan konsumen tentang produk atau jasa tertentu, dan
e.    harapan dari konsumen tentang produk atau jasa Anda.

Minggu, 05 Januari 2020

Review Motor Yamaha R15 V2 tahun 2016

Hallowww kawan kawan semua :D kembali lagi dengan saya eja ja ja jaaa, dan pada kesempatan kali ini saya ingin mereview motor R15 yang saya kendarai dan menemani saya sampai 3,5 tahun ini. Motor R15 yang saya miliki adalah motor R15 keluaran tahun 2016 versi livery Moviestar. Motor R15 Moviestar yang saya miliki adalah versi MotoGP World Champion yang diraih oleh Jorge Lorenzo dengan Yamaha pada tahun 2015, walaupun sebenarnya saya adalah fans The Doctor Valentino Rossi :D. Tidak ada hal spesial dari segi mesin, semua sama dengan R15 warna standar atau versi yang biasa, hanya saja yg membedakan dari livery atau sticker yang ada pada body motor dan sticker bertulisan MotoGP World Champion pada tangki bensin. Mengapa judulnya dalah R15 V2, karena beberapa tahun lalu yamaha mengeluarkan versi All New R15 atau yang biasa kita kenal dengan R15 V3.

Kesan pertama yang muncul saat pertama kali memiliki dan mengendarai motor ini adalah senang, keren, dan tingkat kegantengan bertambah hehehe B), bagaimana tidak dengan desain yang sedikit lancip dan sporty layaknya motor motor balap, dan ujung motor atau jok belakang yang lancip, disandang sandang sebagai baby R6 atau adeknya R6 yaitu motor Sport kelas 600cc. Pada saat itu motor R15 Moviestar 2016 ini dibanderol dengan harga 31,8 Jt hanya berbeda 500-600rb saja dari yg versi biasa atau warna standar.  

Untuk Pemakaian sehari hari motor ini nyaman digunakan, tetapi semua itu tergantung dari postur badan si pengendara. Saya sendiri memiliki postur badan yang bisa dibilang ideal dengan tinggi 178 cm tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengendarai dan mengendalikan motor. Lain halnya dengan postur badan yg bisa dibilang dibawah tinggi 170 cm akan mengalami sedikit kesulitan dalam mengendalikan motor tersebut. Untuk penggunaan saya sehari hari, jika menempuh jarak yg tidak begitu jauh, motor ini nyaman digunakan, tetapi jika menempuh perjalanan jauh, maka akan terasa pegal dibagian bokong saat duduk dan tangan pada mengendari motor, apalagi motor ini memiliki body yg berat. Untuk Posisi riding sama halya dengan yg pertama, untuk postur badan saya sendiri saya memiliki posisi riding agak tegak, tetapi sesekali saya agak sedikit membungkuk agar tidak terlalu pegal. 

Untuk Performa motor ini bisa dibilang irit, dengan tangki yg cukup besar, cukup untuk digunakan seminggu dalam kondisi fulltank. Tarikan nya juga enak dan terasa pada rpm diatas 6. Untuk perawatan, motor ini bisa dikategorikan sangat ekonomis, biaya service yg biasa saya keluarkan kurang lebih 70-100an rb untuk biaya service motor dan ganti oli. Tetapi jika tidak secara berkala melakukan service, siap siap kantong anda berteriak, dikarenakan banyak pergantian yg harus dilakukan seperti busi,kampas rem,oli rem, penyaring, dll yg berhubungan dengan mesin. Dari segi spare part masi terjangkau untuk harga, hanya saja waktu pemesanan/ inden yang sangat lama dikarenakan motor saya adalah motor lama yaitu pabrikan tahun 2016, paling cepat untuk pemesanan spare part selama 3 bulan. Wah harus sabar banget yaaa

Sampai saat ini performa motor R15 yang saya miliki masih dibilang bagus, walaupun sempat tersendat tidak melakukan service berkala, tetapi tarikan dan performa yg dikeluarkan masi enak untuk dikendarai. 

Sekian review pengalaman pribadi saya menggunakan motor yamaha R15 V2 tahun 2016 ini, mohon maaf jika ada kata kata dan informasi yg mungkin kurang tepat. Sekian dan Terimakaasihhhhh :D

Review Film One Piece: Stampade

Halo animelovers pastinya sudah tidak asing lagi dengan salah satu anime terbaik sampai saat ini ya, Yap, itu adalah One Piece. Anime yang diadaptasi dari komik karya Eiichiro Oda mengisahkan tentang seorang bajak laut bernama Luffy, yang memiliki ambisis untuk menjadi Raja Bajak Laut. Pada tahun 2019 lalu, One Piece hadir kembali dengan film terbarunya yang berjudul One Piece: Stampade. Film ini di rilis pada tanggal 1 Agustus 2019 (Premier) dan 9 Agustus 2019 (Japan), sedangkan di indonesia sendiri film ini baru ada di bioskop-bioskop tertentu pada tanggal 18 September 2019.
Hasil gambar untuk One Piece: Stampede
source: google.com
Film ini bercerita tentang Luffy dan para kru bajak lautnya yang diundang ke sebuah festival besar bajak laut, atau bisa disebut dengan Pirate Expo. Tidak hanya Luffy, pada festival ini juga dihadiri oleh bajak laut bajak laut kuat lain, yaitu para anggota generasi terburuk atau yang kita kenal dengan sebutan Supernova. Pirate Expo adalah festival dimana para bajak laut berburu untuk mendapatkan harta Raja Bajak Laut Gol D Roger yang hilang. Namun festival ini memiliki tujuan tersembunyi, yang dilakukan dengan para angkatan laut. Terdapat beberapa scene dan poin favorit, menurut saya pribadi yang membuat Film ini harus ditonton untuk penggemar anime, terutama penggemar one piece, yaitu:
  • Douglas Bullet
Hasil gambar untuk douglas bullet
source: google.com


Yap, Douglas Bullet adalah karakter diluar alur cerita manga aslinya, atau biasa disebut non canon. Douglas Bullet adalah salah satu kru dari Raja Bajak laut Roger. Bullet memiliki kekuatan buah iblis Gasha Gasha Nomi yang dapat memanipulasi sebuah benda menjadi bentuk yang dia ingingkan. Bullet sangatlah kuat, hal yang membuat saya suka dari karakter ini adalah Haki yang dimilikinya dan Awakening Buah iblis yang dimiliki, tidak heran dia dijuluki sebagai pewaris iblis.
  • Haki Luffy vs Bullet
Hasil gambar untuk haki luffy vs bullet
source: google.com
Tidak heran dengan perjalanan luffy sampai saat ini, ia telah mengusai 3 macam haki. Pada saat Bullet menunjukan diri di arena, terjadi momen Haki Clash yang membuat film ini sangatlah seru untuk ditonton.
  • Bullet VS Supernovas
Hasil gambar untuk bullet vs supernovas
source: google.com
Pada saat para supernovas saling bertarung untuk mendapatkan harta roger, Bullet datang secara tiba tiba kedalam arena. Ternyata Hal tersebutlah yang diinginkan oleh Bullet, dengan senangnya ia dengan kekuatan dan ingin membuktikan bahwa ialah yang terkuat, pertarungan antara Bullet dan Supernovas tidak dapat terhindarkan. Supernovas terdiri dari Bonney, Killer, Apoo, Hawkins, Bege, Urouge, X-Drake, Zorro, Kid, Law, dan Luffy.
  • Aliansi yang Takterkira
Hasil gambar untuk kerjasama melawan bullet one piece
source: google.com
Untuk mengalahkan kekuatan penuh Bullet yang sudah puncak, beberapa karakter melakukan kerjasama untuk mengalahkannya, yaitu Luffy, Law, Boa Hancock , Smoker , dan Sabo. Dengan rencana yang dibuat oleh Law yang diberitau Crocodile cara untuk mengalahkannya karena crocodile pernah melawan bullet pada masa lalu, yang akhirnya bisa menghancurkan Armor Bullet dengan kerjasama dan serangan King Kong Gun milik Luffy.

Dengan keseruan pertarungan luffy dan lainnya, serta para angkatan laut yang ikut serta ada dan alur yang tidak begitu membosankan dan kesan klimaks yang didapatkan pada akhir film ini. menurut saya film ini seru dan worth it untuk ditonton untuk para pecinta anime, terutama penggemar one piece!!
Score: 8.5/10 

Bagaimana apakah teman teman sudah menontonnnya? ;) Terimakasih Sudah berkunjung

(mohon maaf jika ada kata kata atau istilah yang salah)

Minggu, 17 November 2019

Review Helm KYT NFR Aleix Espargaro 2017

Review Helm KYT NFR Aleix Espargaro 2017

Halo pengagum helm , pada kesempatan kali ini saya akan mereview pengalaman saya menggunakan Helm KYT NF-R untuk harian. Helm Kyt NF-R (New Falcon Racing) menembus harga 1,8-2, juta rupiah tidak menutup kemungkinan akan naik, hal ini menjadikan helm ini termasuk dalam kalangan helm menengah, atau dengan kata lain helm segmen medium, satu tingkat dibawah kakaknya yaitu KYT NX-Race yang sudah mengaplikasikan fitur seperti helm helm untuk balap. Dibawahnya terdapat helm seperti vendetta dan yang baru baru ini adalah series falcon. Helm KYT NF-R yang saya miliki adalah model 2019 tetapi menggunakan livery 2017 dari pembalap MotoGP yaitu Aleix Espargaro. Yang membedakan antara model 2017 dan 2019 adalah dari strap, untuk model 2017 masi menggunakan Micrometric Retention (Microlock) sedangkan 2019 sudah menggunakan Double D Ring (DDring).
KYT NFR Grafis MotoGp
Foto KYT NFR Replica Aleix Espargaro 2017

KYT menciptakan helm NFR dengan konsep “street and touring” oleh karena itu helm ini sangat cocok dipakai untuk harian maupun perjalanan jauh dengan fitur Double Visor. Untuk bobot helm ini adalah 1.450 ± 50 gram. Dari pengalaman menggunakan helm ini, berat tersebut termasuk dalam kategori tidak terlalu berat, tetapi jika sudah digunakan selama kurang lebih 30menit, akan terasa sedikit pegal di bagian leher belakang. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah posisi riding yang agak membungkuk dan leher mendongak keatas seperti menggunakan motor fairing. Akan lebih cocok untuk pengguna motor yang posisi nya tidak terlalu bungkuk dan penglihatan lurus kedepan. Selain itu semua, helm ini terkesan nyaman untuk digunakan, mulai dari busa, penglihatan, dan bentuk yang aerodinamis.  KYT NFR sudah memiliki sertifikasi uji kelayakan helm 3 jenis yang pertama SNI (Standart Nasional Indonesia) ,DOT (Departement of Transportation) aka  standard Amerika dan ECE (Economic Community of Europe ) aka  standar Eropa yang pastinya aman untuk digunakan.

Sekian Review Singkat KYT NFR dalam penggunaan sehari-hari, Semoga bermanfaat :)

Jumat, 12 Oktober 2018

Metode Penelitian


Menurut Nazir (2005) penelitian adalah terjemahan dari kata inggis research yang berarti mencacari dengan arti merupakan usaha untuk menemukan,mengembangkan, dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa atau suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Metode penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan. Metode penelitian membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan. Metode penelitian menurut Suharsimi Arikunto (1986) adalah "cara berfikir, berbuat yang dipersiapkan dengan baik-baik untuk mengadakan penelitian, dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian".
Kegunaan penelitian adalah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk dan konsekwensi terhadap sati set keadaan khusus. Jenis-jenis penelitian dibagi menjadi dua, yatu penelitian dasar dan penelitian terapan.
1.      Penelitian dasar adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan ke ingin tahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar tanpa memperhatikan ujung praktus atau titik terapan.
2.      Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk tujuan tertentu.
Selanjutnya menurut Moh. Nazir (2005) mengelompokkan metode penelitian dalam kelompok umum, yaitu:
a)      Metode Historis
b)      Metode Deskripsi/survey
- metode survey
-metode deskriptif berkesambungan
-metode studi kasus
-merode analisis pekerjaan dan aktivitas
-metode studi komperatif
-metode sutdi waktu dan gerakan
c)      Metode Eksperimental
d)     Metode grounded research
e)      Metode penelitian tindakan
Mc. Milan dan Scumacher (2001) penelitian dibedakan atas dua pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif dibedakan antara metode eksperimental dan non eksperimental.


Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1.
Menggunakan hipotesis yang ditentukan sejak awal penelitian
Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian
2.
Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal
Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung
3.
Reduksi data menjadi angka-angka
Dekripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan
4.
Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrument penelitian
Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan
5.
Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistic
Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
6.
Menggunakan deskripsi prosedur yang jelas (terinci)
Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif
7.
Simpling random
Sampling purposive
8.
Desain/control statistic atas variable eksternal
Menggunakan analisis logis dalam mengontrol variable ekstren
9.
Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur
Mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias
10.
Menyimpulkan hasil menggunakan statistik
Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata
11.
Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis
Gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
12.
Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks
Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah/membiarkan keadaan aslinya

Pendekatan Penelitian Kuantitatif
      Penelitian kuantitatid menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kiantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini deilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengoahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
a)      Metode Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditunjukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian deskriptif bisa mendeskriptifkan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tehapan-tahapan perkembangannya.
b)      Metode Survei
Tujuan utama dari survei adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi. Pada dasarnya yang ingin dicari peneliti adalah bagaimana anggota dari suatu populasi tersebar dalam satu atau lebih variabel seperti usia,etnis,jenis kelamin, agama, dll.
c)      Metode Korelasional
Nana Syaodih (2010) penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian secara statistic. Adanya korelasi antara dua variabel atau lebih, tidak berarti adanya pengaruh atau hubungan sebab akibat dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Korelasi positif berart nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi pada variabel lainnya. Korelasi negatif berarti nilai yang tinggi dalam satu variabel berhubungan dengan nilai yang rendah dalam variabel lain.
d)     Metode Komparatif
Tujuan dari penelitian komparatif adalah untuk menyelidiki hubungan salah satu variabel dengan variabel lainnya dengan hanya menguji apakah nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda dengan nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda dengan niali variabel terikat dalam kelompok lainnya. Dengan kata lain, penelitian komparatif menguji perbedaan-perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam satu variabel.
e)      Metode Eksperimental
Penelitian eksperimental merupakan penelitian laboratorium, walaupun bisa juga dilakukan di luar laboratorium, tetapi pelaksaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian laboratorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jelannya eksperimen.
f)       Metode Ekspost Fakto
Tujuan penelitian expost fakto adalah untuk menyelidiki apakah kondisi yang sudah ada bisa jadi menyebabkan perbedaan lanjutan dalam kelompok subjek. Dengan kata lain, peneliti mengindentifikasi kondisi-kondisi yang sudah terjadi dan kemudian mengumpulkan data untuk menyelidiki hubungan dari kondisi-kondisi yang beragam tadi dengan perilaku lanjutkan.
Penelitian Kualitatif
            Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dapat menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap kepercayaan, persepsi seseorang atau kelompok serta paradigma naturalistik-interpretatif Weberian, perspektif post-positivistik kelompok teori kritis serta post-modernisme seperti dikembangkan oleh Baudrillard, Lyotard, dan Derrida (Cresswell, 1994). Penelitian kualitatif lebih mengutamakan penggunaan logika induktif dimana kategorisasi dilahirkan dari perjumpaan peneliti dengan informan di lapangan atau data-data yang ditemukan. Sehingga penelitian kualitatif bericirikan informasi yang berupa ikatan konteks yang akan menggiring pada pola-pola atau teori yang akan menjelaskan fenomena sosial (Creswell, 1994: 4-7). Metode penelitian kualitatif memang berbeda dengan metode kuantitatif, perbedaan tersebut dapat dilihat dari ciri-ciri atau karakteristik merode kualitatif, antara lain:
a)      Sember data wajar atau natural setting
b)      Peneliti sebagai instrument penelitian
c)      Sangat deskriptif
d)     Mementingkan proses maupun produk
e)      Mencari makna di belakang kelakuan atau perbuatan
f)       Mengutamakan data langsung atau first hand
g)      Triangulasi
h)      Menonjolkan rincian kontekstual
i)        Subjek yang diteliti dipandang berkedudukan sama dengan peneliti
j)        Partisipasi tanpa mengganggu
k)      Mengadakan analisis sejak awal penelitian
Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a)      Kualitatif interaktif
Merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnnya dan menginterpretasikan fenomena-fenomena bagaimana orang mencari makna yang terkandung yang membuat suatu gambaran menyeluruh dengan deskripsi yang detail.
b)      Kualitatif non interaktif
Meripakan pengadaan kajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengindentifikasi,menganalisis, dan mengadakan sintesis data untuk di intepretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat diamati.
Metode Tindakan (action research)
            Metode tindakan merupakan penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Metode ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Pada hakikatnya metode tindakan merupakan rangkaian yang dilakukan secara sistematik dalam melakukan pemecahan masalah sampai dengan masalah itu terpecahkan. Metode tindakan lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi tetapi masi dapat diterapkan oleh orang lain asalkan memiliki latar yang mirip dengan sang peneliti.
Metode Riset dan Pengembangan (research and development)
            Penelitian dan pengembangan merupakan metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk (Nana Syaodih 2010). Biasanya metode ini digunakan dalam bidang industri yang digunakan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produk lama dan kemudian dikembangkan menjadi produk baru. Selain bidang industri, metode ini juga digunakan dalam bidang pendidikan. Hal ini digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, dll. Secara besar terdapat 3 langkah dalam melakukan penelitian dan pengembangan, yaitu:
1.      Studi pendahuluan, yaitu mengkaji teori dan mengamati produk atau kegiatan yang ada.
2.      Melakukan pengembangan produk atau program kegiatan baru
3.      Menguji atau memvalidasi produk atau program kegiatan yang baru
Semua hal tersebut dilakukan dengan mengadakan eksperimen.









DAFTAR PUSTAKA

MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 9, NO. 2, DESEMBER 2005: 57-65 http://hubsasia.ui.ac.id/old/index.php/hubsasia/article/view/122/110

Asep Saipul Hamdi dan E. Bahruddin, Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi
dalam Pendidikan, Jogjakarta, deepublish, 2014.

Senin, 20 Maret 2017

ILMU SOSIAL DASAR & AKSI TERORISME BOM PANCI DI BANDUNG


ILMU SOSIAL DASAR
&
AKSI TERORISME BOM PANCI DI BANDUNG






DISUSUN OLEH:
                                                NAMA            : FACHREZA FAJAR SHIDIQ
                                                KELAS           : 1ID05
                                                NPM               : 32416424


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016/2017



   ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu Sosial Dasar(ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi. Pengembangan Ilmu Sosial Dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaruan system pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah ilmu social yang digunakan dalam pendekatan,sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah social yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial kepada para mahasiswa, yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternatif pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan pengetahuan yang di dapat melalui ISD, diharapkan para mahasiswa akan mampu mengorientasikan diri berkat penghayatan akan arah perkembangan dalam masyarakat.
   LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR
Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai banyaknya kritik-kritik yang ditunjukan pada system pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendikiawan terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap system pendidikan yang tengah berlangsung saat ini, berbau colonial dan masih merupakan warisan system pendidikan pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan dari “politik balas budi” (etische politek) yang dianjurkan oleh Conrad Theodore Van Deventer, bertujuan menghasilkan tenaga tenaga tampil untuk menjadi “tukang-tukang” yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, pedagang, teknik, dan keahlian lain dalam tujuan eksploitasi kekayaan negara. Hasil yang diharapkan dari perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi personal, akademik dan professional.
   ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MKDU
Mata Kuliah Dasar Umum di perguruan tinggi di Indonesia dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian, Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga negara yang terpelajar, yang meliputi mata kuliah sebagai warga negara yang terpelajar, yang meliputi mata kuliah:
1.      Agama
2.      Pancasila
3.      Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
4.      Kewiraan

Kelompok kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa, berkenaan dengan lingkungan alamiah, lingkungan sosial dan lingkungan budaya, yang meliputi mata kuliah:
1.      Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
2.      Ilmu Sosial Dasar (ISD)
3.      Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Sebagai mata kuliah dasar umum, Ilmu Sosial Dasar bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan emikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia.
Tegasnya Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep,teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan, ilmu-ilmu sosial (seperti geografi sosial, sosiologi, antropologi sosial, ilmu politik, ekonomi, psikologi sosial dan sejarah).
   MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR
Masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh setiap masyarakat manusia tidaklah sama antara yang satu dengan lainnya.Perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya, dan keadaan lingkungan alamnya di mana masyarakat itu hidup. Masalah-masalah tersebut dapat terwujud sebagai: masalah sosial, masalah moral, masalah politil, masalah ekonomi, masalah agama ataupun masalah lainnya. Yang membedakan masalah-masalah sosial dari masalah-masalah lainnya adalah bahwa masalah-masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranta-prantara sosial, serta selalu ada kaitannya dengan hubungan konteks-konteks normatid dimana hubungan-hubungan amnesia itu terwujud( Nisbet, 1961).
Ilmu Sosial Dasar bukanlah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, tetapi hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. Tujuan Ilmu Sosial dasar adalah membantu perkembangan wawasan serta pemikiran mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan  ciri ciri kepribadian yang diharapkan setiap golongan terpelajar Indonesia.



            Gangguan stabilitas keamanan dapat datang dari luar negri atau dari dalam negri itu sendiri dalam bentuk berbagai potensi ancaman baik militer maupun non militer. Salah satu bentuk ancaman yang menjadi isu internasional maupun nasional adalah perkembangan kelompok-kelompok radikalisme yang mengatasnamakan agama yang telah mengarah pada gerakan terorisme. Terorisme merupakan suatu bentuk ancaman nyata yang sangat mengganggu stabilitas keamanan suatu negara bahkan dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Berdasarkan Konvensi Jenewa untuk Prevention and Punishment of Terrorism tahun 1937, perbuatan teroris digambarkan sebagai “criminal acts directed against a state and intended and calculated to create a state of terror in the minds of particular persons or group of persons or the general public” ( segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas). Walaupun pengertian tersebut tidak diberlakukan, akan tetapi unsur-unsur yang ada dalam definisi tersebut merupakan bahan kajian yang sangat bermanfaat, terutama bagi negara-negara dalam memformulasikan definisi terorisme dalam peraturan perundang-undangan. Namun tidak dapat dibantah bahwa aksi terorisme saat ini merupakan suatu gabungan antara pelaku domestic (indigenous) dengan mereka yang memiliki jejaring transnasional (transnational networks).

            Dalam konteks politik nasional, aksi terorisme yang marak di Indonesia di era pascareformasi adalah kelanjutan dari gerakan politik anti NKRI yang pernah terjadi sebelumnya, yakni gerakan gerakan yang dimotori oleh SM Kartosuwiryo dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Dengan meninggalnya Kartosuwiryo, gagasan, cita-cita, dan gerakan NII terus dilanjutkan oleh para pengikutnya atau mereka yang memiliki afiliasi ideologis yang sama. Gerakan yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Imran dan Warman pada dekade delapan puluhan dan juga kelompok Abdullah Sungkar serta Abubakar Ba’asyir adalah genealoginya dengan gerakan DI/TII/NII, Baik sungkar maupun Ba’asyir adalah pengikut Kartosuwiryo yang melanjutkan gerakan NII dan kemudian sesudah berpindah ke Malaysia ber”metamorfosa” menjadi tokoh-tokoh organisasi radikal Jemaah Islamiyah (JI). Jika semula gerakan kelompok tersebut dan jejaring mereka terbatas dalam wilayah NKRI, maka kini kemudian mengalami perluasan dan pendalaman lingkungan pengaruh yang mencakup kawasan regional Asia Tenggara, Asia, dan bagian dari jejaring gerakan jihad global. Oleh karena itu, terorisme merupakan bentuk acaman global, di mana dulu sasarannya hanya AS dan Israel serta negara sekutunya, saat ini perkembangan sasaran terorisme juga sudah mengarah ke negara-negara seperti Saudi Arabia, Mesir, Iraq dan negara Timur Tengah lainnya, Pakistan, India, Afghanistan di Asia Selatan, serta Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia di kawasan Asia Tenggara pun masuk dalam target operasi gerakal “global jihad”.

Sebagai negara yang menjadi target aksi terorisme internasional dan gerakan Khalifah Islamiah, Indonesia telah dan sedang menyelenggarakan berbagai strategi dan upaya penanggulangan terorisme, Namun demikian, sampai saat ini strategi dan pendekatan yang dilakukan lebih banyak menggunakan pendekatan kekuatan keras (hard power) yang ditunjukan terutama untuk penegakan hokum (law enforcement). Pendekatan ini menghasilkan berbagai capaian yang cukup signifikan dan prestasi baik yang mendapat pengakuan internasional, namun demikian untuk jangka panjang pendekatan tersebut kurang efektif. Hal tersebut disebabkan oleh karenanya terorisme bukan masalah kekerasan fisik, namun juga melibatkan ideology serta terkaitannya dengan faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, dan budaya di dalam masyarakat. Indonesia harus melengkapi strategi dan pendekatan yang bertumpu pada kekuatan lunak ( soft power approach)  untuk menghadapi terorisme dalam negri melalui program deradikalisasi. Strategi ini ditunjukan untuk menetralisasi pengaruh ideology, radikal, khususnya yang bersumber pada pemahaman keagamaan islam, khususnya yang bersumber pada pemahaman keagamaan islam, yang menjadi landasan aksi terorisme. Dalam beberapa tahun ini, program utama dari pemerintah dan dilaksanakan oleh berbagai instansi termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) , Polri, TNI, Badan Intelijen Negara, Kementrian Agama dan lain-lain. Dalam perkembanganya, pemerintah menyadari bahwa program deradikalisasi hanya akan efektif apabila mengikutsertakan para pemangku kepentingan utama (main stakeholders) seperti para tokoh agama, ormas, parpol, LSM, media massa, kalangan cendikiawan, dan sebagainnya.

            Secara historis, radikalisme yang diwarnai oleh agama bukanlah hal yang baru di negri ini, khususnya yang terkait dengan kelompok radikal islam. Dalam sejarah Indonesia, dikenal misalnya Perang Paderi Sumatera Barat antara Kaum Ulama Puritan dengan kelompok Kaum Adat, yang sesungguhnya juga adalah penganut Islam namun bukan puritan. Kaum Paderi yang dikenal sebagai para penganut aliran Wahabi dalam upayanya melakukan gerakan pemurnian agama telah melakukan kekerasan yang menyebabkan terjadinya perumpahan darah di dalam masyarakat Miangkabau. Gerakan radikal islam inilah yang saat ini muncul kembali, walaupun dalam konteks yang berbeda namun dengan gagasan dan pemahaman keagamaan yang tidak jauh berbeda.

            BANDUNG, KOMPAS.com – Sebuah bom panci dengan daya ledak rendah meledak di Taman Pandawa, Jalan Arjuna, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (27/2/2017). Bom tersebut diledakan oleh seorang pelaku pria yang identitasnya hingga saat ini belum diketahui. Berikut adalah kronologi yang dihimpun kepolisian dan saksi mata:
·         Pukul 08.15 WIB- Banyak siswa SMA 6 Bandung yang beraktivitas di Taman Pandawa dan pelaku meledakkan bom panci di taman tersebut.
·         Pukul 08.30 WIB- Pelaku berlari ke arah kelurahan karena dikejar oleh siswa dan warga.
·         Pukul 09.00 WIB- Polisi mendatangi TKP dan langsung mensterilkan lokasi, taman, dan kantor kelurahan.
·         Pukul 10.00 WIB- Polisi memberi imbauan agar pelaku menyerahkan diri. Dan Pelaku membakar lantai dua kantor Kelurahan Arjuna.
·         Pukul 11.00 WIB- Brimob dan Tim Gegana mengepung dan masuk ke kantor Kelurahan Arjuna.
·         Pukul 11.30 WIB- Pelaku berhasil dilumpuhkan oleh kepolisian.
·         Pukul 12.00 WIB- Pelaku dalam kondisi kritis karena ditembak di bagian depan(bawah dada) dan dibawa ke RS Sartika Asih.
·         Pukul 12.30 WIB- Polisi mengonfirmasi pelaku meninggal saat perjalanan ke RS
·         Pukul 13.30 WIB- Polisi melakukan olah TKP di Kelurahan Arjuna dan Taman Pandawa.
Sementara itu, Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian menyebut, pelaku aksi bom panci di Bandung merupakan pemain lama yang pernah ia tangkap saat latihan teroris di Aceh pada tahun 2011 silam. “Dia pernah ikut latihan teroris di Aceh Janto pada 2011. Dalam penangkapan itu, ada 70 orang ditangkap, termasuk dia. Waktu itu saya yang pimpin operasinya,” kata dia seusai sidang Doktoral Menpan RB Asman Abnur di Unair Surabaya, Jatim, Senin (27/2/2017). Namun, ketika disinggung identitas pelaku, dirinya enggan menjawab. Dirinya memastikan bahwa peristiwa bom panci di Bandung tidak terkait rencara kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia, hanya sebatas untuk menunjukan eksistensi kelompok teroris yang meminta polisi membebaskan tahanan teroris. Dia menjelaskan, saat penyergapan pelaku sempat berteriak-teriak meminta polisi membebaskan tahanan teroris. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas setelah tiga kali upaya negosiasi gagal. Sempat terjadi tembak-menembak di kantor kelurahan, sebelum akhirnya pelaku bisa dilumpuhkan. Seusai ledakan, pelaku langsung berlari ke arah kantor Kelurahan Arjuna. Petugas Brimob Polda Jawa Barat kemudian melumpuhkan tersangka dengan sejumlah tembakan, setelah negosiasi gagal. Pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

            Kita dapat melihat dari contoh kasus diatas, terorisme yang terjadi di Bandung tersebut adalah kejadian yang memiliki latar belakang tertentu yang dimiliki oleh pelaku dalam melakukan aksi pengeboman tersebut. Sesuai dengan apa yang Kapolri Jendral (Pol) Tito karnavian katakan, pelaku adalah pemain lama yang sudah pernah melakukan aksi yang sama pada kasus sebelumnya yang melibatkan pelaku tersebut. Saat ini memang sudah banyak kejadian kejadian yang menuju pada ancaman dalam negri, salah satunya berupa ancaman terorisme di Indonesia. Kita sebagai orang awam sudah jelas harus mengerti apa itu terorisme, mengapa itu terjadi, dan apa motif dibalik pelaku melakukan hal tersebut. Seperti kasus berita diatas, pelaku melakukan hal tersebut diperkirakan hanya untuk tanda atau symbol bahwa kelompok terorisme di Indonesia masih hidup hingga saat ini. Pada saat ini, banyak orang orang yang mengatasnamakan agama dibalik ia melakukan hal tersebut. Banyak paham ideology yang berbeda beda pada kelompok kelompok tertentu, sehingga kelompok tersebut menjadi terpancing dan diakali agar mau melakukan hal yang konyol seperti meledakan bom dengan mengorbankan nyawanya sendiri. Selain itu juga terkadang aksi terorisme dilakukan hanya untuk menjadi sinyal ancaman atas kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang. Misalkan seperti kasus berita diatas, kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia. Tetapi berdasarkan informasi yang didapat hal tersebut tidak dibenarkan dan pelaku mempunyai motif lain dibalik kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia.

            Biasanya perekrutan anggota anggota untuk melakukan ancaman terorisme adalah seorang yang memiliki mental dan pikiran yang dibilang kurang secara ilmu pengetahuannya. Misalkan seperti seorang pria dari desa yang jauh. Ia direkrut dan diberikan materi atau suatu paham yang sebenarnya belum tentu bahwa itu benar. Sehingga pria tersebut terpengaruh dan teriming imingi oleh kata kata yang menjerumuskan ia menjadi seorang teroris. Faktor lainnya adalah ekonomi. Pelaku dilatar belakangi oleh ekonomi yang telah ia hadapi saat itu dan terpojok dengan hal tersebut, sehingga pelaku dengan suka rela melakukannya. Hal ini sama halnya dengan kasus kasus penyelundupan narkoba ke Indonesia. Pelaku diberikan Uang yang banyak untuk menutupi kebutuhan ekonomi yang buruk dan berfikir bahwa hal ini menjadi jalan pintas untuk mengatasi masalah ekonomi yang tengah ia hadapi. Padahal banyak hal positif lainnya yang bisa pelaku lakukan untuk menutupi masalahnya tersebut. Berikutnya adalah faktor Budaya. Dalam konteks budaya ini, mungkin sang pelaku hanya ikut ikutan dengan apa yang dilakukan masyarakat disekitarnya. Biasanya ini adalah kelakuan orang yang pintar untuk mempengaruhi satu kelompok masyarakat tersebut, sehingga apa yang dikatakan sang perekrut dianggap benar.

            Masih banyak sekali faktor faktor yang melatarbelakangi kejadian kejadian aksi terorisme di Indonesia. Tetapi faktor yang paling mencolok pada kasus kasus aksi terorisme tersebut adalah dilatar belakangi oleh Agama. Sebenarnya saya tidak suka dengan hal hal yang menyinggung soal Agama, tetapi Saat ini banyak sekali gerakan gerakan yang mengatasnamakan Agama yang memiliki ajaran sesat. Contoh yang sangat terkenal adalah ISIS. Saya tidak mengetahui banyak tentang motif dibalik terbentuknya kelompok ISIS tersebut. Tetapi yang saya ketahui banyaknya aksi terorisme dilatarbelakangi oleh Agama. Menurut saya pada dasarnya ajaran ajaran Agama seharunya adalah cinta kasih kita kepada sesama tanpa menggunakan kekerasan. Tetapi kelompok kelompok terorisme banyak yang memaksakan kehendak bahkan menghalalkan segala cara agar tujuan dibalik aksi mereka tercapai. Aksi yang mengatasnamakan Agama dapat kita sebut dengan sebutan Radikalisme. Radikalisme itu sendiri pada umumnya dilakukan oleh penganut Islam. Banyak sekali paham yang diberikan pada sang pelaku pelaku aksi terorisme yang menuju ajaran sesat. Contohnya seperti di iming imingi hal yang dilakukan adalah benar, hal yang dilakukan untuk membela kaumnya, agamnya, hal yang dilakukan dapat membuatnya masuk kedalam surga. Padahal semua itu hanya kebohongan belaka sehingga sang perekrut dengan mudah mempengaruhi rekrutan nya.

Selain itu juga krisis pemikiran adalah faktor yang menonjol dalam terpengaruhnya seseorang. Lebih baik kita sebagai orang orang yang merasa paham kita masih kurang, untuk memperkuatnya dan berpegang teguh kepada iman yang kita miliki. Biasanya perekrutan dilakukan dengan target anak anak kecil dan anak anak muda yang pemikirannya masih bisa dipengaruhi dengan mudah. Hanya dengan mengiming imingi hal yang enak dan menyenangkan, mereka dengan mudah terpengaruh. Sang perekrut menyeting anak anak dengan mudah, karena pada masa itulah manusia mulai belajar tentang apa yang mereka dapat dan mereka pelajari untuk kehidupan. Aksi terorisme tidak hanya terjadi di Indonesia, diluar negri juga banyak kasus kasus tentang pengeboman oleh teroris. Tetapi semua kembali kepada sumber yang diduga munculnya para teroris teroris, yaitu Indonesia.Mengapa kejadian ini sering terjadi di Indonesia? Oleh sebab itu kita sudah harus memiliki wawasan yang luas tentang kehidupan keras diluar sana, agar kita tidak mudah terpengaruh pada hal hal yang menjerumuskan seperti aksi terorisme. Saya juga ingat pada kasus pengeboman yang dilakukan pada saat tim bola kelas dunia Manchester United datang ke Indonesia. Saat itu terjadi pengeboman di hotel

tempat dimana pemain pemain klub dunia tersebut akan menginap. Pasti pelaku melakukan hal tersebut entah untuk melontarkan isu, atau juga terdapat propaganda dibalik kejadian tersebut.

            Sebenarnya saya sangat tidak setuju dengan adanya pemikiran orang terhadap agama yang bersangkutan dengan terorisme. Saat ini agama islam telah dicap sebagai teroris oleh negara negara eropa salah satunya seperti Amerika. Disana jika kita menganut ajaran islam, kita langsung dicap sebagai teroris dan di perlakukan tidak semestinya yang memiliki hak masing masing. Maka banyak sekali orang orang eropa rasis terhadap agama islam karena menganggap agama kita adalah symbol dari merebaknya aksi teroris di dunia. Hal ini tentu saja tidak tanpa sebab. Sebab yang sangat fenomenal saat itu adalah kejadian 9/11 atau biasa disebut 911. Pada saat itu terjadi aksi terorisme pengeboman pada dua gedung secara bersamaan. Setelah diselidiki, diduga pelaku adalah seorang yang menganut agama islam atau bisa kita sebur sebagai muslim. Sejak saat itulah mulai banyaknya paham tentang buruknya agama islam. Padahal secara umum Islam tidak mengajarkan kekerasan, melainkan cinta dan kasih sesama manusia. Sejak saat itu juga orang orang di Eropa khususnya amerika tidak memberikan rasa hormat mereka kedapa kita yang memeluk agama islam. Padahal yang salah bukanlah Agamanya, tetapi ajaran yang didapat dari apa yang diyakininya. Seorang yang benar benar beriman tidak mungkin mudah terpengaruh dan dengan senang hati mengorbankan nyawanya sendiri hanya untuk kepentingan “kaum”nya.

 Peran kepolisian dalam negri juga menjadi patokan garis depan dalam memberantas atau mencegah aksi terorisme tersebut.Dalam RPJMN 2015-2019 “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara”. Sasaran yang ingin dicapai adalah membangun Polri yang professional guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Dalam rangka mewujudkan sasaran dari RPJMN 2015-2019, Polri akan lebih optimal dalam pemberantasan terorisme karena salah satu kinerja Polri yang dapat mengangkat citra Polri adalah pemberantasan terorisme. Dalam pemberantrasan pelaku terorisme di Indonesia, Polri mendapat pujian dari masyarakat dunia internasional dan bukan merupakan suatu rekayasa akan tetapi sesuai dengan bukti forensic hasil pengolahan Tempat Kejadia Perkara (TKP) yang cermat dan penyidikan criminal secara ilmiah (scientific crime investigation) . Bahka polisi asing datang ke Indonesia setidaknya menjadi saksi bahwa Polri memang bekerja secara professional dengan standar Internasional.

Ilmu kepolisian mempelajari bagaimana organ, fungsi dan prantara kepolisian bekerja dalam rangka mewujudkan rasa aman, keteraturan sosial dan langkah langkah antisipasi yang dilakukan oleh Polri dalam meminimalisir setiap potensi gangguan kamtihmas yang akan terjadi. Ilmu Kepolisian tidak menjelaskan dan menerangkan-eksplantasi- tentang objek tersebut, tetapi menggambarkan- deskripsi- tentang bagaimana caranya untuk menyelamatkan umat manusia dari bahaya dan gangguan tersebut, melalui upaya pencegahan dan/atau penindakan. Demikian halnya dengan penanggulangan.


PROBLEM SOLVING

Dalam suatu masalah, pasti ada solusi dibaliknya. Untuk kasus terorisme ini banyak sekali alternatif alternatif jalan keluar masalah. Menurut saya merebaknya kegiatan aksi terorisme di Indonesia disebabkan karena anak anak muda zaman sekarang mudah terpengaruh oleh suatu hal. Oleh sebab itu peran orangtua sangatlah penting dalam masalah ini. Diharapkan orang tua selalu untuk mengawasi kegiatan kegiatan yang dilakukan anaknya di sekolah maupun tempat lain seperti pergaulannya. Pergaulan yang semakin menuju hal yang negatif pada zaman sekaranglah yang dapat menjadi potensi potensi akan adanya hal hal yang buruk dan tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Batasilah anak dengan bijak, tidak terlalu mengekang tetapi tidak juga terlalu melepaskan. Berikanlah arahan arahan yang menuju hal positif untuk anak anak kita. Didiklah mereka dengan baik. Sekolahkan mereka dengan baik. Jika ada celah atau kesempatan untuk mereka dimasuki perekrut perekrut aksi terorisme, habis sudah kehidupan sang anak tersebut. Pilihlah teman bermain yang baik, perkuatlah keyakinan dan iman kita agar tidak mudah terpengaruh. Pada dasarnya sisi psikologis wanita lebih mudah dipengaruhi ketimbang laki laki, tetapi yang melakukan aksi pengeboman tersebut adalah laki laki. Peran pemerintah juga haruslah peka terhadap fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia, salah satunya juga adalah aksi terorisme. Jika tidak segera ditanggulangi atau ditangani, akan banyak korban korban anak muda yang masih memiliki masa depan yang baik hancur dengan sia sia. Selain itu juga dalam sisi pendidikan juga berperan dalam hal ini, karena anak mendapat ilmu dan wawasan tidak lain

dari sekolahnya. Jika ingin menyinggung soal konteks Agama, dalam pemilihan madrasah madrasah dan pesantren sebagai sarana pendidikan jugalah harus cermat dalam memilihnya. Karena banyak sekali aksi terorisme yang mengatasnamakan Agama seperti yang sudah disinggung sebelum sebelumnya. Waspadalah terhadap ajaran ajaran yang menurut anda tidak benar dan jangan mudah tgerpengaruh begitu saja. Banyak sekali saya menyinggung tentang terpengauh terpengaruh. Memang itu adalah poin penting agar aksi terorisme ini tidak merebak luas. Dalam sisi pertahanan seperti Kepolisian juga memegang peran penting dalam hal ini. Seperti yang sudah dibahas sebelum sebelumnya, Polri harus melakukan tugasnya dengan baik dengan disiplin yang tinggi. Mereka harus sigap dan siap bertindak jika adanya kegiatan mencurigakan yang dapat menjerumuskan kepada sesat dan melakukan hal yang tidak diinginkan. Penyelidikan pada kelompok kelompok yang sangat menonjolkan kecurigaan lebih. Kegiatan yang tidak masuk akal, semua harus ditindak lanjuti oleh pemerintah. Jangan sampai dengan lengahnya Pemerintah, kelompok tersebut menjadi bebas dan dengan senangnya menyebarluaskan jangkauan kelompok tersebut sehingga lama lama menjadi kelompok yang besar dan terdapat dimana mana. Poin yang sebenarnya harus diperhatikan adalah diri kita sendiri, dan juga pula peran pemerintah. Diri kita sendiri juga harus dengan berhati hati dan berfikir secara sehat dan matang tentang apa yang kita lakukan untuk kedepannya. Apakah hal ini benar? Apakah salah? Disinilah diri kita diuji. Maka dari itu pemecahan masalah terhadap terorisme yang merebak luas saat ini adalah, Jagalah diri kita dengan baik, lakukannya hal yang positif, janganlah kalian gampang terpengaruh. Jika kita hanya mengandalkan pemerintah dalam pencegahan kontek global, bagaimana dengan diri kita sendiri yang hanya kita sendiri yang bisa menentukan pilihan yang akan kita jalani untuk kedepannya.












                                                            DAFTAR PUSTAKA

·         Prasetyo, Dedi. 2016 Ilmu dan Teknologi Kepolisian: Implementasi Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme di Indonesia. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada

·         Drs.H.Abu Ahmadi. 1991(direvisi) ILMU SOSIAL DASAR. Jakarta: PT Rineka Cipta