Minggu, 29 Januari 2017

Pandangan Hidup

Pandangan Hidup adalah pendapat atau pertimbagan yanag dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia..Pendapat atau pertimbangan itu hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam, yaitu:


  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama,yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan  hidup yang  berupa ideology,yaitu disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada  Negara.
  3. Pandangan berdasarkan renungan,yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya


Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup masing masing, memiliki filosofi tersendiri sehingga dia bisa menikmati hidup sesuai sudut pandangnya.Keyakinan dan kepercayaan adalah menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan tuhan, ada tiga aliran filsafat yaitu:
  • Aliran Naturalisme            : Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi, kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari tuhan . Manusia adalah ciptaan tuhan karena itu manusia mengabdi pada tuhan melalui ajaran-ajaran agama
  • Aliran Intelektualisme       : Dasar aliran ini adalah logika/akal (kalbu yang berpusat dihati) atau yang bisa kita sebut juga dengan “hati nurani”.Maka keyakinan manusia itu bermula dari akal.
  • Aliran Gabungan               : Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib yang berasal dari tuhan sebagai dasar keyakinan sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menetukan benar tidaknya sesuatu yang dinilai berdasarkan akal, baik sebagai logika berpikir maupun rasa atau hati nurani. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari tuhan dan akal berimbang maka akan menghasilkan pandangan hidup sosialisme –religius, kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
  • Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
  • Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
  • Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
            Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

  • Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
  • Mengabdi       
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.


Source: http://thejoker-indra.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-pandangan-hidup.html 
http://mamz.weebly.com/manusia-dan-pandangan-hidup.html



Kamis, 26 Januari 2017

Orientasi Nilai Budaya

Kluckhohn (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil. Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya.  Dapat  pula  dikatakan  bahwa sistem   nilai   budaya   suatu   masyarakat   merupakan   wujud   konsepsional   dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Dalam hal ini, sistem nilai budaya dalam masyarakat secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan,yang disebut juga dengan kerangka Kluckhohn, yaitu:
1. Hakikat Hidup Manusia (MM)
dalam sudut pandang ini, hidup terbagi menjadi dua, yaitu hidup itu baik dan hidup itu buruk. Hidup merupakan hal yang baik jika manusia beranggapan hidup itu adalah suatu anugrah yang harus senantiasa disyukuri dan hal tersebut merupakan hal yang positif bagi kehidupan kita. Hal ini biasanya dialami oleh orang orang sukses. orang orang sukses pasti beranggapan hidup ini merupakan hal yang disyukuri karena dapat menikmati hasil dari kesuksesannya tersebut di dunia. Hidup merupakan hal yang buruk jika manusia tersebut selalu gagal dalam menggapai apa yang diinginkannya dan diharapkannya dalam dunia ini. mengeluh dah terus mengeluh akan apa yang tidak bisa dia raih dan merasa kalau hidup ini sangat tidak adil bagi dia. pola pikir yang negatif terus menyelimuti manusia tersebut dan menganggap ia akan terus seperti ini sampai akhir hidupnya dan tidak ingin berusaha memperbaikinya.
2.Hakikat Karya Manusia (MK)
Setiap manusia memiliki anugrah berupa pikiran yang kreatif dalam menciptakan suatu hal yang unik atau yang lebih umum disebut dengan karya.Banyak hal yang bisa kita raih dengan karya.Dengan karya kita bisa mencari nafkah. Dalam hal ini kita dapat menjadikan karya kita sebagai suatu pemasukan dalam menopang kehidupan kita seperti menjual lukisan dan karya tersebut diciptakan untuk menafkahi hidup sayang pembuat karya tersebut.Karya juga untuk kedudukan,kehoratan,dan sebagainya,sebagai contoh adalah tokoh Bill Gates. Ia membuat suatu karya sistem operasi komputer yang kita kenal dengan 'Microsoft'. Hal ini menjadikan dia mendapatkan pernghargaan atau kehormatan atas karya yang ia buat tersebut yang membantu segala kegiatan manusia berbasis teknologi. Lalu ada juga Karya untuk menambah karya. Hal ini digambarkan dengan seorang seniman seniman yang membuat karya berupa sebuah puisi. Selain untuk berkarya, pusi tersebut juga untuk menambah karya karyanya yang dulu sehingga bertambah banyak.
3.Hakikat Waktu Manusia (MW)
Hal ini bisa dibagi menjadi 3 sudut pandang, Orientasi ke masa kini, Orientasi ke masa lalu, dan Orientasi ke masa depan. Orientasi masa kini, sebagai contoh adalah kehidupan orang orang yang berkecukupan. Mereka hanya mementingkan hal hal yang mereka butuhkan untuk saat ini saja, kesenangan semata, kepuasan sesaat. Mereka tidak berpikiran kedepannya apakah pendapatan mereka akan cukup untuk menghidupi kebutahannya di masa yang akan datang atau tidak. Orientasi masa lalu, biasanya orang orang yang memiliki orientasi ini adalah orang orang yang sudah tua atau jaman dulu. Mereka selalu memandang masa lalu, tidak berfikir kedepan. Jika menghadapi persoalan yang terjadi sekarang dan yang akan datang biasanya mereka akan mengalami kesulitan karena mereka bisa disebut sebagai keras kepala. Orientasi ke masa depan, biasanya hal ini dianut oleh orang orang seperti motivator,trainer,dsb. Mereka selalu berfikir kedepan, tidak memikirkan hasil sesaat. Mereka selalu berfikir kritis apakah hal ini dapat berguna bagi ia nantinya dan merencanakannya dengan baik. Orang seperti ini selalu mendapat kesuksesan nantinya walaupun dalam prosesnya terdapat kesulitan.
4,Hakikat Alam Manusia (MA)
Manusia memiliki ragam bentuk sifat dan pola pikir yang menarik. Hal itu juga mereka terapkan terhadap alam. Dalam hal ini ada 3 macam manusia yang berhubungan dengan alam, yang pertama adalam Manusia tunduk kepada alam.Sebagai contoh adalam Bahan Bakar Minyak(BBM). BBM adalah bahan bakar yang kita dapat dari alam. Manusia menggunakan bbm tersebut biasanya untuk kebutuhan transportasi yang digunakan sebagai bahan bakar. Jika alam tidak menyediakan bbm tersebut, manusia pada akhirnya tidak beradaya atas kehendak alam tersebut.Bencana alam. Mengapa bencana alam? ya, sehebat hebatnya semua hal yg dibuat oleh manusia seperti gedung tinggi,jembatan, dan bangunan bangunan lainnya juka alam tidak berkehendak atau bisa saya bilang dengan bencana alam, sehebat apapun bangungannya akan runtuh rata dengan tanah yang membuat manusia tidak bisa berbuat apa apa. Ini membuktikan manusia tunduk terhadap alam yang dahsyat.Yang kedua adalah Manusia berusaha menjaga kelestarian alam. Hanya sedikit dari kita yang peduli dengan alam sekitar, tetapi tidak sedikit juga dari kita yang sangat peduli dengan alam sekitar. Hal ini dapat dicontohkan dengan menanam kembali hutan yang gundul (Reboisasi). Mencegah segala macam polusi yang ada. Menjaga agar kelestarian,keindahan,kesejukan alam ini dapat terjaga dengan baik. Yang ketiga adalah hasrat Manusia menguasai alam. Hal ini biasanya dilakukan oleh oknum oknum yang serakah. Semua sumber daya alam yang ada ingin dikuras habis demi kepentingan pribadi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi kita semua. Memburu binatang binatang untuk kebutuhan pribadi, tidak berfikir apa akibat yang terjadi dikemudian harinya nanti.
5. Hakikat Hubungan Manusia (MM)
Dalam hal hakikat hubungan manusia, terbagi menjadi tiga yaitu, Orientasi Horizontal, Orientasi Vertikal, dan Individualisme. Yang pertama adalah Orientasi Horizontal. Hal ini bisa diartikan dengan ketergantungan kepada sesamanya atau yang kita kenal dengan sebutan Gotong Royong. Manusia adalah makhluk sosial yang membutukan manusia lainnya. Manusia membutuhkan bantuan manusia lain,berlaku juga sebaliknya. Contoh umum adalah kehidupan bertetangga. Membatu apa yang sedang dihadapi oleh manusia yang lainnya dan menyebabkan mansia memiliki rasa ketergantungan terhadapat sesamanya. Yang kedua adalah Orientasi Vertikal. Hal ini dapat diartikan dengan ketergantungan terhadap tokoh-tokoh atasan atau pimpinan. Contohnya adalah kita sebagai siswa SMA tidak akan bisa menghadapi ujian nasional dengan lancar tanpa adanya bimbingan dari guru kita dan akhirnya menghadapi kesulitan. Selain bergantung pada sesamanya yang sederajat,manusia juga bergantung pada manusia yang lebih tinggi kedudukannya/derajat darinya.Yang ketiga adalah Individualisme. Hal ini bisa diartikan menilai tinggi atas kekuataanya sendiri. Contoh yang bisa kita lihat adalah sifat angkuh atau arogan pada manusia. Mereka merasa bahwa merekalah yang berkuasa, merekalah yang benar, merekalah yang harus dijadikan panutan. Hal ini membuat orang lain biasanya tidak suka terhadap dirinya yang angkuh tersebut. Rasa sombong karena ia yang berkuasa. Hal ini sangat saya tidak sukai, karena sehebat apapun dirinya, di atas langis masih ada langit.
Terimakasih :) semoga bermanfaat.
Source: http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-orientasi-nilai-budaya/  http://www.mistersosiologi.com/2015/03/kerangka-kluckhohn.html