Jumat, 12 Oktober 2018

Metode Penelitian


Menurut Nazir (2005) penelitian adalah terjemahan dari kata inggis research yang berarti mencacari dengan arti merupakan usaha untuk menemukan,mengembangkan, dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa atau suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Metode penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan. Metode penelitian membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan. Metode penelitian menurut Suharsimi Arikunto (1986) adalah "cara berfikir, berbuat yang dipersiapkan dengan baik-baik untuk mengadakan penelitian, dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian".
Kegunaan penelitian adalah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk dan konsekwensi terhadap sati set keadaan khusus. Jenis-jenis penelitian dibagi menjadi dua, yatu penelitian dasar dan penelitian terapan.
1.      Penelitian dasar adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan ke ingin tahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar tanpa memperhatikan ujung praktus atau titik terapan.
2.      Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk tujuan tertentu.
Selanjutnya menurut Moh. Nazir (2005) mengelompokkan metode penelitian dalam kelompok umum, yaitu:
a)      Metode Historis
b)      Metode Deskripsi/survey
- metode survey
-metode deskriptif berkesambungan
-metode studi kasus
-merode analisis pekerjaan dan aktivitas
-metode studi komperatif
-metode sutdi waktu dan gerakan
c)      Metode Eksperimental
d)     Metode grounded research
e)      Metode penelitian tindakan
Mc. Milan dan Scumacher (2001) penelitian dibedakan atas dua pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif dibedakan antara metode eksperimental dan non eksperimental.


Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1.
Menggunakan hipotesis yang ditentukan sejak awal penelitian
Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian
2.
Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal
Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung
3.
Reduksi data menjadi angka-angka
Dekripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan
4.
Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrument penelitian
Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan
5.
Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistic
Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
6.
Menggunakan deskripsi prosedur yang jelas (terinci)
Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif
7.
Simpling random
Sampling purposive
8.
Desain/control statistic atas variable eksternal
Menggunakan analisis logis dalam mengontrol variable ekstren
9.
Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur
Mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias
10.
Menyimpulkan hasil menggunakan statistik
Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata
11.
Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis
Gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
12.
Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks
Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah/membiarkan keadaan aslinya

Pendekatan Penelitian Kuantitatif
      Penelitian kuantitatid menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kiantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini deilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengoahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
a)      Metode Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditunjukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian deskriptif bisa mendeskriptifkan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tehapan-tahapan perkembangannya.
b)      Metode Survei
Tujuan utama dari survei adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi. Pada dasarnya yang ingin dicari peneliti adalah bagaimana anggota dari suatu populasi tersebar dalam satu atau lebih variabel seperti usia,etnis,jenis kelamin, agama, dll.
c)      Metode Korelasional
Nana Syaodih (2010) penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian secara statistic. Adanya korelasi antara dua variabel atau lebih, tidak berarti adanya pengaruh atau hubungan sebab akibat dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Korelasi positif berart nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi pada variabel lainnya. Korelasi negatif berarti nilai yang tinggi dalam satu variabel berhubungan dengan nilai yang rendah dalam variabel lain.
d)     Metode Komparatif
Tujuan dari penelitian komparatif adalah untuk menyelidiki hubungan salah satu variabel dengan variabel lainnya dengan hanya menguji apakah nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda dengan nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda dengan niali variabel terikat dalam kelompok lainnya. Dengan kata lain, penelitian komparatif menguji perbedaan-perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam satu variabel.
e)      Metode Eksperimental
Penelitian eksperimental merupakan penelitian laboratorium, walaupun bisa juga dilakukan di luar laboratorium, tetapi pelaksaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian laboratorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jelannya eksperimen.
f)       Metode Ekspost Fakto
Tujuan penelitian expost fakto adalah untuk menyelidiki apakah kondisi yang sudah ada bisa jadi menyebabkan perbedaan lanjutan dalam kelompok subjek. Dengan kata lain, peneliti mengindentifikasi kondisi-kondisi yang sudah terjadi dan kemudian mengumpulkan data untuk menyelidiki hubungan dari kondisi-kondisi yang beragam tadi dengan perilaku lanjutkan.
Penelitian Kualitatif
            Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dapat menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap kepercayaan, persepsi seseorang atau kelompok serta paradigma naturalistik-interpretatif Weberian, perspektif post-positivistik kelompok teori kritis serta post-modernisme seperti dikembangkan oleh Baudrillard, Lyotard, dan Derrida (Cresswell, 1994). Penelitian kualitatif lebih mengutamakan penggunaan logika induktif dimana kategorisasi dilahirkan dari perjumpaan peneliti dengan informan di lapangan atau data-data yang ditemukan. Sehingga penelitian kualitatif bericirikan informasi yang berupa ikatan konteks yang akan menggiring pada pola-pola atau teori yang akan menjelaskan fenomena sosial (Creswell, 1994: 4-7). Metode penelitian kualitatif memang berbeda dengan metode kuantitatif, perbedaan tersebut dapat dilihat dari ciri-ciri atau karakteristik merode kualitatif, antara lain:
a)      Sember data wajar atau natural setting
b)      Peneliti sebagai instrument penelitian
c)      Sangat deskriptif
d)     Mementingkan proses maupun produk
e)      Mencari makna di belakang kelakuan atau perbuatan
f)       Mengutamakan data langsung atau first hand
g)      Triangulasi
h)      Menonjolkan rincian kontekstual
i)        Subjek yang diteliti dipandang berkedudukan sama dengan peneliti
j)        Partisipasi tanpa mengganggu
k)      Mengadakan analisis sejak awal penelitian
Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a)      Kualitatif interaktif
Merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnnya dan menginterpretasikan fenomena-fenomena bagaimana orang mencari makna yang terkandung yang membuat suatu gambaran menyeluruh dengan deskripsi yang detail.
b)      Kualitatif non interaktif
Meripakan pengadaan kajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengindentifikasi,menganalisis, dan mengadakan sintesis data untuk di intepretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat diamati.
Metode Tindakan (action research)
            Metode tindakan merupakan penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Metode ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Pada hakikatnya metode tindakan merupakan rangkaian yang dilakukan secara sistematik dalam melakukan pemecahan masalah sampai dengan masalah itu terpecahkan. Metode tindakan lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi tetapi masi dapat diterapkan oleh orang lain asalkan memiliki latar yang mirip dengan sang peneliti.
Metode Riset dan Pengembangan (research and development)
            Penelitian dan pengembangan merupakan metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk (Nana Syaodih 2010). Biasanya metode ini digunakan dalam bidang industri yang digunakan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produk lama dan kemudian dikembangkan menjadi produk baru. Selain bidang industri, metode ini juga digunakan dalam bidang pendidikan. Hal ini digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, dll. Secara besar terdapat 3 langkah dalam melakukan penelitian dan pengembangan, yaitu:
1.      Studi pendahuluan, yaitu mengkaji teori dan mengamati produk atau kegiatan yang ada.
2.      Melakukan pengembangan produk atau program kegiatan baru
3.      Menguji atau memvalidasi produk atau program kegiatan yang baru
Semua hal tersebut dilakukan dengan mengadakan eksperimen.









DAFTAR PUSTAKA

MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 9, NO. 2, DESEMBER 2005: 57-65 http://hubsasia.ui.ac.id/old/index.php/hubsasia/article/view/122/110

Asep Saipul Hamdi dan E. Bahruddin, Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi
dalam Pendidikan, Jogjakarta, deepublish, 2014.