Menurut
Nazir (2005) penelitian adalah terjemahan dari kata inggis research yang
berarti mencacari dengan arti merupakan usaha untuk menemukan,mengembangkan,
dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa atau suatu
pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Metode yang dipilih berhubungan
erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Metode
penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian
dilakukan. Metode penelitian membicarakan bagaimana secara berurut suatu
penelitian dilakukan, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu
penelitian dilakukan. Metode penelitian menurut Suharsimi Arikunto (1986)
adalah "cara berfikir, berbuat yang dipersiapkan dengan baik-baik untuk
mengadakan penelitian, dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian".
Kegunaan penelitian adalah untuk menyelidiki
keadaan dari, alasan untuk dan konsekwensi terhadap sati set keadaan khusus.
Jenis-jenis penelitian dibagi menjadi dua, yatu penelitian dasar dan penelitian
terapan.
1.
Penelitian dasar
adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan ke ingin tahuan
terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar tanpa memperhatikan ujung
praktus atau titik terapan.
2.
Penelitian terapan
adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus menerus terhadap suatu
masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk tujuan tertentu.
Selanjutnya menurut Moh. Nazir
(2005) mengelompokkan metode penelitian dalam kelompok umum, yaitu:
a)
Metode Historis
b)
Metode
Deskripsi/survey
- metode survey
-metode deskriptif berkesambungan
-metode studi kasus
-merode analisis pekerjaan dan
aktivitas
-metode studi komperatif
-metode sutdi waktu dan gerakan
c)
Metode Eksperimental
d)
Metode grounded research
e)
Metode penelitian tindakan
Mc. Milan dan Scumacher (2001)
penelitian dibedakan atas dua pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan
pendekatan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif dibedakan antara metode
eksperimental dan non eksperimental.
Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian
Kualitatif
No
|
Metode Kuantitatif
|
Metode Kualitatif
|
1.
|
Menggunakan
hipotesis yang ditentukan sejak awal penelitian
|
Hipotesis
dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian
|
2.
|
Definisi yang
jelas dinyatakan sejak awal
|
Definisi sesuai
konteks atau saat penelitian berlangsung
|
3.
|
Reduksi data
menjadi angka-angka
|
Dekripsi
naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan
|
4.
|
Lebih
memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrument penelitian
|
Lebih suka
menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan
|
5.
|
Penilaian
validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistic
|
Penilaian
validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
|
6.
|
Menggunakan
deskripsi prosedur yang jelas (terinci)
|
Menggunakan
deskripsi prosedur secara naratif
|
7.
|
Simpling random
|
Sampling purposive
|
8.
|
Desain/control statistic
atas variable eksternal
|
Menggunakan
analisis logis dalam mengontrol variable ekstren
|
9.
|
Menggunakan
desain khusus untuk mengontrol bias prosedur
|
Mengandalkan
peneliti dalam mengontrol bias
|
10.
|
Menyimpulkan
hasil menggunakan statistik
|
Menyimpulkan
hasil secara naratif/kata-kata
|
11.
|
Memecah gejala-gejala
menjadi bagian-bagian untuk dianalisis
|
Gejala-gejala
yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
|
12.
|
Memanipulasi
aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks
|
Tidak merusak
gejala-gejala yang terjadi secara alamiah/membiarkan keadaan aslinya
|
Pendekatan Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatid menekankan fenomena-fenomena
objektif dan dikaji secara kiantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain
penelitian ini deilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengoahan statistik,
struktur dan percobaan terkontrol.
a)
Metode Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah suatu
metode penelitian yang ditunjukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang
ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian
deskriptif bisa mendeskriptifkan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga
mendeskripsikan keadaan dalam tehapan-tahapan perkembangannya.
b)
Metode Survei
Tujuan utama dari survei adalah
mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi. Pada dasarnya yang ingin
dicari peneliti adalah bagaimana anggota dari suatu populasi tersebar dalam
satu atau lebih variabel seperti usia,etnis,jenis kelamin, agama, dll.
c)
Metode Korelasional
Nana Syaodih (2010) penelitian
ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel
lain. Hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan
besarnya koefisien korelasi dan keberartian secara statistic. Adanya korelasi
antara dua variabel atau lebih, tidak berarti adanya pengaruh atau hubungan sebab
akibat dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Korelasi positif berart
nilai yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi
pada variabel lainnya. Korelasi negatif berarti nilai yang tinggi dalam satu
variabel berhubungan dengan nilai yang rendah dalam variabel lain.
d)
Metode Komparatif
Tujuan dari penelitian komparatif
adalah untuk menyelidiki hubungan salah satu variabel dengan variabel lainnya
dengan hanya menguji apakah nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda
dengan nilai variabel terikat dalam suatu kelompok berbeda dengan niali
variabel terikat dalam kelompok lainnya. Dengan kata lain, penelitian
komparatif menguji perbedaan-perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam
satu variabel.
e)
Metode Eksperimental
Penelitian eksperimental merupakan
penelitian laboratorium, walaupun bisa juga dilakukan di luar laboratorium,
tetapi pelaksaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian laboratorium,
terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jelannya eksperimen.
f)
Metode Ekspost Fakto
Tujuan penelitian expost fakto
adalah untuk menyelidiki apakah kondisi yang sudah ada bisa jadi menyebabkan
perbedaan lanjutan dalam kelompok subjek. Dengan kata lain, peneliti
mengindentifikasi kondisi-kondisi yang sudah terjadi dan kemudian mengumpulkan
data untuk menyelidiki hubungan dari kondisi-kondisi yang beragam tadi dengan
perilaku lanjutkan.
Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dapat menjelaskan
dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap kepercayaan,
persepsi seseorang atau kelompok serta paradigma naturalistik-interpretatif Weberian,
perspektif post-positivistik kelompok teori kritis serta post-modernisme
seperti dikembangkan oleh Baudrillard, Lyotard, dan Derrida (Cresswell, 1994). Penelitian
kualitatif lebih mengutamakan penggunaan logika induktif dimana kategorisasi
dilahirkan dari perjumpaan peneliti dengan informan di lapangan atau data-data
yang ditemukan. Sehingga penelitian kualitatif bericirikan informasi yang
berupa ikatan konteks yang akan menggiring pada pola-pola atau teori yang akan
menjelaskan fenomena sosial (Creswell, 1994: 4-7). Metode penelitian kualitatif
memang berbeda dengan metode kuantitatif, perbedaan tersebut dapat dilihat dari
ciri-ciri atau karakteristik merode kualitatif, antara lain:
a)
Sember data wajar atau
natural setting
b)
Peneliti sebagai instrument
penelitian
c)
Sangat deskriptif
d)
Mementingkan proses
maupun produk
e)
Mencari makna di
belakang kelakuan atau perbuatan
f)
Mengutamakan data
langsung atau first hand
g)
Triangulasi
h)
Menonjolkan rincian
kontekstual
i)
Subjek yang diteliti
dipandang berkedudukan sama dengan peneliti
j)
Partisipasi tanpa
mengganggu
k)
Mengadakan analisis
sejak awal penelitian
Metode kualitatif secara garis
besar dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a)
Kualitatif interaktif
Merupakan studi yang mendalam menggunakan
teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnnya dan
menginterpretasikan fenomena-fenomena bagaimana orang mencari makna yang
terkandung yang membuat suatu gambaran menyeluruh dengan deskripsi yang detail.
b)
Kualitatif non
interaktif
Meripakan pengadaan kajian
berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengindentifikasi,menganalisis,
dan mengadakan sintesis data untuk di intepretasi terhadap konsep, kebijakan,
peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat diamati.
Metode Tindakan (action
research)
Metode tindakan merupakan penelitian
yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Metode ini
difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Pada
hakikatnya metode tindakan merupakan rangkaian yang dilakukan secara sistematik
dalam melakukan pemecahan masalah sampai dengan masalah itu terpecahkan. Metode
tindakan lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan
hasilnya tidak untuk digeneralisasi tetapi masi dapat diterapkan oleh orang
lain asalkan memiliki latar yang mirip dengan sang peneliti.
Metode Riset dan Pengembangan (research and development)
Penelitian dan pengembangan merupakan metode untuk
mengembangkan dan menguji suatu produk (Nana Syaodih 2010). Biasanya metode ini
digunakan dalam bidang industri yang digunakan untuk mengevaluasi dan
menyempurnakan produk lama dan kemudian dikembangkan menjadi produk baru.
Selain bidang industri, metode ini juga digunakan dalam bidang pendidikan. Hal
ini digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, dll. Secara
besar terdapat 3 langkah dalam melakukan penelitian dan pengembangan, yaitu:
1.
Studi pendahuluan,
yaitu mengkaji teori dan mengamati produk atau kegiatan yang ada.
2.
Melakukan pengembangan
produk atau program kegiatan baru
3.
Menguji atau
memvalidasi produk atau program kegiatan yang baru
Semua hal tersebut dilakukan dengan
mengadakan eksperimen.
DAFTAR PUSTAKA
MAKARA, SOSIAL
HUMANIORA, VOL. 9, NO. 2, DESEMBER 2005: 57-65 http://hubsasia.ui.ac.id/old/index.php/hubsasia/article/view/122/110
Asep Saipul Hamdi dan E. Bahruddin, Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi
dalam
Pendidikan, Jogjakarta, deepublish, 2014.